MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Guna mengatasi kemacetan selama Ramadhan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti, telah merencanakan rekayasa lalulintas. Rekayasa lalulintas ini, sebelumnya juga telah dibahas ketika hearing bersama Komisi B DPRD Meranti.
"Rencana pemberlakuan rekayasa lalulintas tersebut dilakukan pada hari H hingga 10 Syawal. Tiap titik kemacetan menjadi sasaran dari rekayasa ini," ungkap Kabid Darat Dishub Meranti, Ismail, beberapa waktu lalu.
Diterangkan Ismail, adapun beberapa titik yang menjadi sumber kemacetan, antara lain Pasar Juling. Mereka akan memasangkan perboden untuk becak dan gerobak umum. "Kecuali becak atau gerobak toko-toko barang. Kita melarang masuk bagi becak atau gerobak umum, dan akses itu akan kita batasi masuknya pada pukul 06:00 WIB sampai pukul 10:30 WIB," sebutnya.
Kemudian, lanjut Ismail, Simpang Ahmad Yani menuju Rumah Makan Asia Baru atau simpang Merdeka-Imambonjol, akan diberlakukan jalan satu arah, "Mereka boleh ke arah Merdeka, namun tidak untuk ke Tebingtinggi," ujarnya lagi.
Selain itu, simpang Pasar Sandang Pangan yang juga dinilai salah satu titik kecametan di Selatpanjang. Sehingga, nantinya untuk becak dan gerobak tidak dibenarkan masuk ke lokasi Sandang Pangan tersebut. "Hanya kenderaan roda dua yang kita izinkan untuk menuju ke arah Sandang Pangan nantinya," jelasnya.
Titik kemacetan lain, yakni di Pasar Baru. Rencananya becak, gerobak, dan kendaraan roda empat boleh melintasi pasar ini (arah ke pelabuhan). Untuk keluar becak, gerobak, dan kendaraan roda empat harus melalui Jalan Nelayan (arah ke Gelora).
"Kalau sepeda motor boleh melewati daerah tersebut, sedangkan becak, gerobak, dan kendaraan roda empat harus melalui Jalan Nelayan, yakni ke arah Gelora. Tapi, Itu semua rencana awal, kita akan pantau terus perkembangannya. Nantinya, kita akan koordinasikan ke forum LLAJ, bagaimana kemacetan itu bisa diminimalisir," tutupnya.(Adi)