PADANG, PESISIRNEWS.COM -Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, inflasiyang sering terjadi di Sumbar pada beras dan cabe merah. Padahal berdasarkandata yang diiliki seharusnya terjadi surplus bila dilihat dari jumlah pendudukdan luas lahan yang tersedia.
"Mengapa hal tersebut terjadi?," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saatmencanangkan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LPDM) Sumbar dan KawasanRumah Pangan Lestari (KRPL) Kabupaten Agam 2015, di Tilatang Kamang, belum lama ini.
Persoalan tersebut terjadi, kata gubernur, disebabkan hasil pertanian yang dijual keluar sumbar, tentunya dengan penawaran harga yang lebih tinggi, sehinggamenyebabkan kekurangan stok dan membuat harga melonjak naik dan itu menyulitkanbagi petani dan masyarakat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kata gubernur, pemerintahmembuat program LPDM dan KRPL. "Kebijakan ini sebagai sebuah strategi yang tepat dan bagusterhadap persoalan yang dihadapi dikalangan petani Sumbar," ujar politisiPKS ini.
Kemudian, kata gubernur, bantuan LPDM yang diserahkankepada Gapoktan-Gapoktan merupakan sebuah program yang bertujuan menggerakankegiatan agribisnis, terutama pada unit usaha distribusi atau pemasaran, danatau unit pengelolahan hasil untuk dapat melakukan pembeliaan-penjualan gabahdari anggotanya serta panen strategis lainnya disaat luar masa panen.
"Dengan hal tersebut kegiatan jual-beli yang dilakukanoleh unit distribusi dan pengelolahan hasil minimal petani disaat panen rayadapat menerima harga yang layak dibanding mereka yang menjual kepada pihak lainyang harganya mungkin lebih rendah," kata Dewan Syuro PKS ini.
Lebih lanjut Irwan Prayitno juga menjelaskan tentangbantuan KRPL yang diserahkan kepada Kelompok Tani Wanita (KWT), hal inimemiliki sasaran agar didalam sebuah rumah tangga dapat memenuhi kebutuhansehari-harinya tanpa membeli dipasar. "KWT bisa menanam tanaman kebutuhan sehari-hari dipekarangan rumah,seperti : cabe merah, tomat, kacang panjang, dll di poly bed, sehingga bisamengurangi pengeluaran belanja yang bisa digunakan untuk kebutuhan pentinglainnya," terangnya lagi.
Diakhir sambutannya Gubernur berpesan kepada para Gapoktanyang menerima bantuan, agar mempergunakan dan memanfaatkan bantuan tersebutsesuai dengan ketentuan dan jangan sampai salah digunakan. "Bantuan yangdiberikan itu adalah uang negara, maka akan diminta pertanggung jawabannantinya kedepan," sebut Gubernur
Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar, Ir. Effendimenyampaikan tahun 2015, Sumbar melalui dana Dekonsentrasi mendapatkan alokasidana untuk penumbuhan LDPM sebanyak 8 (delapan) Gapoktan, dengan masing-masingmendapat Bansos Rp. 150 juta dan untuk penumbuh KRPL di Kab. Agam juga melaluidana Dekonsentrasi sebanyak 12 (dua belas) KWT, masing-masing Rp. 15 juta.
"Tahun 2015 ini untuk bantuan LPDM didapat oleh 8Gapoktan yang tersebar di 5 Kab/Kota se-Sumbar dan 12 KWT di Kab. Agam,"jelas Effendi. (Adv/Yudi)