PEKANBARU, PESISIRNEWS.COM - Maraknya penyeludupan narkoba jaringan internasional di wilayah Riau melalui jalur perairan Riau bagian pesisir membuat aparat lintas sektoral menjadi kewalahan.Menyikapai hal ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjalin kerjasama dengan jajaran Polisi Marine Malaysia dengan melakukan patroli rutin di wilayah perairan yang dianggap rawan jalur penyuludupan narkoba.Hal itu disampaikan Direktur Pol Air Polda Riau, Kombes Deni Pudjianto kepada awak media, Jumat kemarin. Dikatakannya, aparat sering kecolongan untuk mengantisipasi masuknya narkoba di wilayah Riau."Kegiatan ini menitik beratkan maraknya penyeludupan narkoba dan barang dilarang lainnya, yang masuk melalui jalur laut ke Dumai," katanya.Patroli bersama antara Polri dan Polisi Marine Malaysia ini sekaligus untuk memonitoring pengamanan di wilayah perbatasan kedua negara tersebut dari tindakan kriminal. Kesepakatan antara kedua polisi perairan dua negara ini, berlansung di wilayah perairan perbatasan Indonesia – Malaysia, Polisi Marine Malaysia diundang naik ke kapal patroli Pol Air Polda Riau KP Bitern 3015.Kedua pimpinan Polisi Perairan ini, saling bertukar informasi dan membuat kesepakatan melakukan patroli bersama untuk mengantisipasi peredaran narkoba.Rombongan Direktorat Polisi Perairan Polda Riau menggunakan Kapal Patroli Baharkam Mabes Polri Bitern 3015, melakukan penyisiran sepanjang garis pantai perairan Riau hingga perbatasan Indonesia – Malaysia.Kedua petinggi satuan fungsi ini selain melakukan kesepakatan juga, Dir Pol Air Polda Riau memeberikan cendramata dua batu akik kepada pimpinan Polisi Marine Malaysia Datok Nordin, yang mengartikan sebagai tanda persahabatan antar dua Negara. (*/eaf)