Arogan, Pemasok Listrik Swasta Sepotong Jual Api Rugikan Konsumen

memakai BBM Subsisdi
- Jumat, 13 Februari 2015 14:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022015/1423815326IMG_20150213_144459.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
PLTD Sepotong
SIAKKECIL, PESISIRNEWS.com - Komsumen pemakai listrik swasta mengeluh atas tidak terbukanya PLTD sepotong, terkait harga per kWh listrik yang di jual masyarakat, terutama turunnya haraga BBM, namun per kWh tidak turun, semestinya dari kesepakan awal, jika BBM naik, kWh naik, dan bengitu sebaliknya, namun pihak PLTD tidak menurunkan kWh ketika harga BBM turun, pihak pengelola, menaikkan kWh dari Rp 4000 , jadi Rp 6000 per kWh.Bahtiar, konsumen PLTD sepotong,menanyakan terkait kWh ke pengurus, sekaligus pemilik usaha, Hj. Afni, di kantor PLTD di Sepotong, Bahtiar, tidak mendapat penjelasan, justru pihak PLTD dengan arogan, memberikan keterangan ke Bahtiar, menagatakan"harga per kWh konsumen tidak ada urusan langsung dengan penggelola, urusan PLTD cukup dengan desa, hal ini Kades setempat" ketus Hj Afni, dengan nada emosi.Ketika di konfirmasi ke Kades Sepotong, Isman SAg, menjelaskan bahwasanya kesepakatan awal antara pemilik PLTD, Hj Afni dengan masyarakat, setiap ada perubahan harga kWh listrik berimplikasi dari naik turunya BBM, pihak PLTD akan membahas bersama dengan desa, nyatanya tidak sinkron dengan perjanjian.Lanjut Kades, "masalah naiknya per kWh hanya di imformasikan lewat seluler, anehnya setelah harga BBM turun harga per kWh tidak turun, sebenarnya kita sudah sampaikan keberatan harga ini, sesuai dengan keluhan konsumen, nyatanya tidak digubris pihak PLTD".nada kecewa IsmanUPTD Distamben Siak kecil, Zulkarnaen, ketika dikonfirmasi lewat seluler terkait izin operasional PLTD Sepotong serta pemakaian BBM subsidi yang seyagionya mamakai BBM industri, pihak dari Distamben mengarahkan wartawan ke kantor distamben bengkalis.Ketika wartawan konfirmasi dengan camat Siak Kecil, Alfi Mukdhor, sangat menyayangkan sikap dari PLTD, " sebenarnya pihak PLTD harus komit dengan kesepakan awal, wajar masyarakat menanyakan haknya selaku konsumen ke PLTD, nanti kita akan mengontak kades Sepotong, supaya kedepanya masalah kWh ini, diselesaikan secara mufakat dan menepati kesepakatan awal" papar camat siak kecil.PLTD sepotong berdiri tahun 2009, selama beraktifitas PLTD menggunakan BBM subsidi./tonagian


Tag:

Berita Terkait

Berita

Ironis, Siswa SDN 14 Bengkalis Belajar di Lantai

Berita

Musyawarah Anak Cabang ke IV PDIP Kecamatan Rupat Di Gelar

Berita

Tim Sepak Bola Jaya Mukti FC Tumbangkan Shinobi 77 FC Di Final Pemuda Cup II

Berita

Jalan Di Perbaiki, PT SRL Rupat Laksanakan CSR

Berita

Ketua ULP Bengkalis,Sevnur Lagi !!!

Berita

Ordis juara Trimukti cup VIII