Terdeteksi 9 Hotspot Di Bengkalis

- Senin, 02 Februari 2015 18:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022015/1422876863IMG_20150202_180115.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
titik api desa bantan air
BENGKALIS, PESISIRNEWS.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis, sedikitnya terdapat 9 titik api yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bengkalis.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah - Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Moch Jalal saat ditemui , senin (02/02) mengakui adanya titik api tersebut."Kalau hari ini ada 9 (hotspot) seperti data dari satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) untuk di pulau Bengkalis sendiri ada tiga titik , yaitu Bantan Air, Permatang Duku, dan di areal PT Meskom. Kemudian di Rupat ada di antara PT SRL dan hutan Samak," ujar Jalal saat ditemui usai pelantikan pejabat Eselon III dan IV di Aula Lantai IV kantor Bupati Bengkalis.Ia mengatakan BPBD sendiri sudah mengirimkan regu pemadam untuk memadamkan karhutla tersebut."Untuk (Karhutla,red) di Bantan Air, pagi tadi sudah kita turunkan 2 regu dari Bengkalis dan juga Bantan yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kebakaran Hutan dan Lahan. Di Permatang Duku  ada juga titik dan sudah kita respon dari regu 1 sudah ada di sana, kemudian juga di areal PT Meskom ada juga, dan sudah direspon oleh PT meskom, kemudian di Daerah Siak kecil ada 2 titik sungai bakul kemudian desa baru, desa sungai nibung," imbuhnya.Sementara untuk di Rupat, Jalal menjelaskan saat ini api belum dapat dikuasai secara penuh. "Dapat informasi dari kapolsek disana (Rupat, red) apinya belum dapat dikuasai secara penuh dan meminta bantuan peralatan maupun personil," ungkapnya.Disebut Jalal saat ini ada titik api yang berada di kawasan hutan yang sulit di Jangkau, namun ia tidak merinci kawasan hutan dimana yang dimaksud."Sekarang yang ada titik api namun tidak bisa kita jangkau, karena berada di tengah hutan. 5 KM dari batas desa itu masuk ke dalam, jadi ini juga jadi pertanyaan siapa yang membuat api tersebut, tadi sudah kita laporkan ke Provinsi untuk bagaimana nanti mengatasinya. Jika memang tidak bisa dijangkau mungkin akan menggunakan pemadaman menggunakan jalur udara. Yang mengkhawatirkan kita disitu, karena api itu ada sekarang namun tidak ada yang menjangkau lokasi itu. " paparnya.Namun diungkapkannya, saat kontak dengan pihak di Provinsi, menyebut bahwa heli yang digunakan untuk pemadaman sudah di tarik ke pusat. "Tadi kita sudah kontak ke provinsi, untuk udara sepertinya Heli BNPD yang ada dulu sudah di tarik kepusat, cuma kita terus koordinasi," imbuhnya."Tapi alhamdulillah sebagian sudah bisa dikendalikan lah, artinya api bukan dibiarkan bebas, namun kita kendalikan, hanya sampai hari ini ada beberapa tempat yang memang belum mati 100 persen. Untuk yang di Bantan belum dapat laporan, namun mudah-mudahan sore ini sudah mati, saya rasa kalau cepat di respon cepat mati lah," jelasnya. (Sof)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar

Berita

Pj Bupati Inhil Erisman Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan

Berita

Pj Bupati Inhil Tinjau Progres Pekerjaan Semenisasi Bersama Kadis Perkim

Berita

Kadis Diskominfo Pers Inhil Trio Beni Putra Raih Program Doktor di Bidang Ilmu Lingkungan Hidup

Berita

Presiden Tekankan Pembangunan Infrastruktur harus Ramah Lingkungan

Berita

Wapres Berharap Makin Banyak Perusahaan yang Jadi Agen Perubahan Lingkungan