BENGKALIS, PESISIRNEWS. com - Kegiatan pemberian obat filariasis yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis pada 3 november didasari temuan tiga kasus filariasis atau yang lebih akrab di masyarakat dengan penyakit kaki gajah di Kabupaten Bengkalis. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Syukri melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Pemberantasan Penyakit, H. Ediyanto, SKM, M.Si kepada wartawan Kamis (06/11) saat di temui di ruang kerjanya.
"Filariasis yang ada di Kabupaten Bengkalis itu ada tiga, setelah kita lakukan survey bekerjasama dengan BTKL (Balai teknik kesehatan lingkungan) Batam, yang merupakan instansi vertikal untuk Riau. Berdasarkan hasil survey hasil dari BTKL Batam tersebut ditemukan kasus pada saat survey dilaksanakan di Kecamatan Rupat, itu ditemukan satu orang, kemudian satu dari kecamatan Bantan dan satu dari Kecamatan Bengkalis," ungkapnya.
Berdasarkan penemuan kasus tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan harus melakukan melaksanakan Pemberian Obat Massal Pencegahan(POMP) Filariasis selama 5 tahun berturut-turut.
"Pada tahun ini kita memasuki tahun ketiga yang dimulai pelaksanaannya pada POMP Filariasis kemarin tanggal 3 november yang kita laksanakan secara serentak pada 434 pos yang ada di Kabupaten Bengkalis," ungkapnya.
Disamping itu juga, Dinkes Bengkalis juga memberikan pelayanan di unit-unit pelayanan seperti di puskesmas, puskesmas pembantu pos kesehatan desa. Dalam pelaksanaan pembagian obat filariasis ini juga melibatkan kader sebanyak 2170 orang dengan jumlah sasaran pemberian obat filariasisi ini antara umur 2 hingga 65 tahun dengan sasaran 452.769 jiwa.
"Jadi kita harapkan kepada masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk meminum obat ini, karena penularan penyakit filariasis itu dari gigitan semua jenis nyamuk," imbuhnya.
"Kami juga mohon masyarakat, tokoh masyarakat, alim ulama dan masyarakat yang mengerti (tentang filariasis, red) silakan menanyakan kepada masyarakat apakah sudah meminum obat ini atau belum, jadi kalau belum terima, minta obatnya ke Puskesmas terdekat, obatnya ada disana, yang penting jangan sampai tidak diminum. (Sof)