BENGKALIS, PESISIRNEWS.com - Sejumlah kalangan mulai mempertanyakan realisasi pengerjaan proyek pelabuhan kapal motor penyeberangan roll on roll off (roro) di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis. Pasalnya, sampai saat ini belum terlihat tanda-tanda proyek senilai Rp 34 miliar lebih tersebut akan dimulai.
Padahal, pada akhir Agustus 2014 lalu, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo), H Jaafar Arief mengatakan, proyek yang yang rencananya dikerjakan tahun 2012 lalu dan baru terlaksana tahun 2014, sudah mulai dikerjakan.
“Ya sejauh ini kita memang belum melihat ada pekerjaan untuk pembangunan pelabuhan roro Air Putih dari rekanan pemenang tender, yang ada baru pembersihan di bagian daratnya, tapi setahu saya itu paketnya terpisah, rekanannya juga beda, ”ujar Ketua Kadin Bengkalis, Masuri SH, Senin (13/10/2014).
Dikatakan, lambatnya penyelesaian pembangunan pelabuhan roro berimplikasi kepada banyak hal. Terutama soal kelancarana arus transportasi barang, karena kondisi pelabuhan/jembatan yang ada saat ini beban maksimal atau tonase kenderaan yang melintas sangat terbatas, dibatasi hanya 8 ton.
“Sekarang kita bisa lihat, belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai. Artinya, kalau setiap tahun pekerjaan baru dimulai pada akhir tahun, kapan masyarakat bisa menikmati pelabuhan roro ini. kita takutnya pelabuhan yang lama keburu roboh, "ujar pria yang akrab disapa Mas Bagong ini.
Persoalan lain yang harus menjadi catatan kata Bagong, pekerjaan yang dilakukan di akhir tahun dan terburu-buru, biasanya hasil atau kwalitas proyek tidak sesuai harapan.
Terpisah, Kadishub Kominfo, H Jaafar Arief dihubungi, Senin (13/10/2014) mengatakan, informasi terakhir yang diterima dari rekanan pemenang tender, PT Pagar Siring Group dari Samarinda, Kalimantan Timur, bahwa tiang pancang untuk pembangunan pelabuhan roro tersebut masih dalam perjalanan. Dipekirakan dalam dua atau tiga hari ini, tiang pancang tersebut tiba di Bengkalis.
“Tiang pancang ini baru selesai pabrikasi di Surabaya. Memang agak lama siapnya, harus menunggu sampai 1 bulan, mungkin ini ada kaitannya dengan kekeringan beton atau apa namanya. Tapi katanya, tiang pancang dalam perjalanan, kalau menurut perhitungan kita satu atau dua hari ini sudah sampai ke Bengkalis, ”ujar Jaafar.
Ditanya soal kesanggupan rekanan menyelesaikan pekerjaan, mengingat waktu yang tersisa tidak sampai 3 bulan, menurut Jaafar, jika semuanya berjalan dengan mulus, pekerja dan tenaga teknis ditambah maka besar kemungkinan pekerjaan tahap pertama bisa selesai.
Seperti diberitakan sebelumnya, di tahun anggaran 2014 ini, Pemkab Bengkalis telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 34,09 miliar untuk pembangunan pelabuhan roro Air Putih. Sedangkan untuk pelabuhan roro Sungai Selari sebesar Rp 26 milyar.(red)