Krisis Lahan, Mahasiswa IPB Gagas Pertanian Pangan di Pesisir

- Senin, 13 Oktober 2014 13:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102014/141318419516pertanian_darat.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
JATENG, PESISIRNEWS.com - Krisis lahan pertanian ternyata ada solusinya. Kembangkan saja pertanian pangan di perairan wilayah pesisir.Ini gagasan tiga mahasiswa IPB dalam makalah mereka yang dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVII di Semarang.Konsep mereka sangat menarik, wajarlah jika mereka “diganjar” medali emas dalam perlombaan itu.Latar belakangnya begini, dalam  sepuluh tahun terakhir,luas lahan pertanian Indonesia tidak banyak berubah, masih sekitar 25 juta hektar.Kondisi tersebut tentu saja tidak berimbang jika dikaitkan dengan proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2020 nanti yang diperkirakan akan mencapai 293,88 juta jiwa. Sederhananya, sedang terjadi krisis lahan pertanian.Penambahan lahan di daratan bisa menimbulkan masalah baru. Salah satu yang menjadi masalah adalah laju peningkatan besar-besaran deforestasi hutan. Tentu tidak kita inginkan juga.Nah, disinilah pentingnya konsep Agrocoastal’s System, yang mereka tawarkan itu. Menurut mahasiswa IPB itu, Aldri Fajar Muhammad, Azhar Triramanda, dan Dimas Ramdhani, solusi ini sifatnya jangka panjang.   “Agrocoastal’s System merupakan sistem budidaya tanaman pangan yang menggunakan daerah pesisir laut sebagai lahan garapan. Konsep ini merupakan solusi penyelesaian krisis lahan pertanian dengan cara memanfaatkanwilayah perairan di daerah pesisir sebagai lahan alternatif. Daerah pesisir yang dimaksud mencakup pantai hingga laut wilayah pesisir (coastal zone),” terang Azhar.Dalam sistem Agrocoastal, ada dua cakupan wilayah yang diklasifikasikan berdasarkan fungsinya yakni Main Agrocoastal dan Supporting Agrocoastal (Outer Floating Area).Main Agrocoastal berfungsi sebagai tempat penerapan aquaponic atau kombinasi budidaya ikan dan tanaman pangan. Sedangkan Supporting Agrocoastal (Outer Floating Area) berfungsi sebagai pemecah ombak agar tidak terjadi kerusakan pada area main agrocoastal juga sebagai pembangkit tenaga gelombang laut (wave energy).Untuk mendukung konsep ini dibutuhkan sarana lahan apung statis yang berfungsi sebagai lahan pengganti, layaknya lahan pertanian di daratan. Lahan apung statis akan dibuat mengapung di atas laut.Dengan begitu, para pelaku industri pertanian yang memakai sistem ini dapat memperluas lahannya sesuai dengan kebutuhan industri dengan cara menambah lahan apung statis yang tersedia.“Pembangunan lahan tanam di lahan apung statis menggunakan metode aquaponic yang mempunyai keuntungan ganda yaitu hasil perikanan dan pertanian. Namun, penerapan aquaponic di lahan apung statis membutuhkan tenaga listrik yang besar. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibentuk pembangkit listrik sendiri di wilayah supporting Agrocoastal yangmenggunakan energi gelombang laut. Energi ini dipilih sekaligus memperkenalkan teknologi terbaru di wilayah lautan,” terangnya lagi.Namun tentu saja solusi ini butuh dukungan dari berbagai pihak dari kementerian dan pihak-pihak terkait.Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, sebagai pendukung proyek agrocoastal dalam skala besar; Kementerian Pertanian, untuk mendukung penyebarluasan gagasan agrocoastal sebagai sistem pertanian yang dapat diterapkan di wilayah pesisir pantai ; Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebagai pendukung untuk menyebarluaskan gagasan agrocoastal untuk budidaya ikan dan mendukung terealisasinya sistem agar diterapkan di wilayah pesisir pantai; pemerintah daerah, sebagai pendukung terealisasinya kebijakan gagasan Agrocoastal’s System, investor, sebagai penggunaAgrocoastal’s System untuk bisnis pertanian modern skala besar, dan masyarakat pesisir, sebagai sumberdaya manusia yang ikut terlibat bersama investor di dalam penerapan Agrocoastal’s System.Dengan adanya sistem Agrocoastal ini, laju deforestasi bisa dihambat, bahkan dihentikan secara total. Artinya, krisis lahan pertanian bisa teratasi.Walaupun lahan yang digunakan adalah wilayah pantai, dengan sistem Agrocoastal lahan pertanian bisa meluas hingga wilayah laut. Sistem ini juga nantinya akan bermanfaat untuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai.Masyarakat pesisir juga mendapatkan keuntungan secara ekonomis untuk menambah pendapatan dan investor pun akanmemperoleh keuntungan dari hasil panen. Agrocoastal’s system ini juga dapat menjadi daya tarik wisata pendidikan dan pertanian laut di Indonesia  yang disebut dengan Agrocoastal Edu-tourism. (RF)suaraagraria


Tag:

Berita Terkait

Berita

Ironis, Siswa SDN 14 Bengkalis Belajar di Lantai

Berita

Musyawarah Anak Cabang ke IV PDIP Kecamatan Rupat Di Gelar

Berita

Tim Sepak Bola Jaya Mukti FC Tumbangkan Shinobi 77 FC Di Final Pemuda Cup II

Berita

Jalan Di Perbaiki, PT SRL Rupat Laksanakan CSR

Berita

Ketua ULP Bengkalis,Sevnur Lagi !!!

Berita

Ordis juara Trimukti cup VIII