BENGKALIS,PESISIRNEWS.com - Seorang warga di Desa Pangkalan Batang, Ibrahim (50) mampu menghasilkan berbagai hasil kerajinan tangan dengan menggunakan bahan baku yang bersumber dari sampah laut. Sampah laut yang dimanfaatkan Ibrahim diantaranya adalah sampah kayu yang terdapat di bibir pantai.Tidak hanya sekedar menjadi sebuah usaha yang kreatif dan inspiratif, usaha ini juga mendukung gerakan peduli lingkungan yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bengkalis.Berawal dari kegemarannya menyusuri pantai, Ibrahim yang juga merupakan seorang Kepala Sekolah di SD 22 Meskom terinsipirasi dengan sampah kayu yang dinilainya memiliki potensi seni dan bernilai ekonomis.Menurut Ibrahim, proses pengolahan sampah kayu tersebut hingga menjadi barang bernilai seni tidaklah sulit. Hal itu dikarenakan kayu tersebut sudah terbentuk dan terproses secara alami oleh alam tinggal memadukan dari kayu ke kayu untuk mendapatkan sebuah karya seni.Namun sayangnya untuk hasil karyanya tersebut Ibrahim belum berminat untuk memasarkan hasil karyanya karena keterbatasan waktu. Tetapi pria ini pun tidak keberatan jika idenya tersebut diikuti oleh masyarakat yang memiliki minat mengembangkan karya seni tersebut.“Saya tidak memiliki cukup waktu untuk terus mengembangkan kerajinan ini karena saya juga merupakan seorang guru. Tapi saya tidak keberatan apabila ada yang berminat untuk belajar membuat kerajinan tangan ini. Karena ini juga merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, utamanya dalam menjaga kebersihan pantai dan yang paling penting dari hasil kerajinan tersebut mempunyai nilai ekonomis,” ungkapnya saat ditemui sinar dirumahnya, Minggu (11/10/2014) kemarin. Sementara itu, Inspirasi dari seorang Ibrahim tersebut mendapat tanggapan dan apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Bengkalis-Bantan, H. Mawardi. Dikatakan Mawardi, upaya Ibrahim dalam pemanfaatan sampah kayu laut merupakan embrio usaha kecil menengah (UKM) di bidang handycraft/kerajinan tangan.Selain menumbuhkembangkan UKM, kerajinan tangan yang dibuat Ibrahim tersebut secara tidak langsung dapat membantu menjaga kebersihana pantai. “Jadi, selain menciptakan sumber mata pencarian baru untuk masyarakat, usaha tersebut dapat menjaga kebersihan pantai dari sampah-sampah yang selama ini kurang diperhatikan. Secara tidak langsung apa yang telah dilakukannya dapat menumbuhkembangkan UKM dan mendukung gerakan peduli lingkungan yang menjadi program pemerintah,” jelasnya. (yee)