Meninggal di Speed boed Morong Ekspres:

Akibat Banyak Pendarahan Sang Ibu Tak Tertolong

- Selasa, 07 Oktober 2014 16:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102014/1412679553mayat%20pedarahan-3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
RUPAT, BP - Peristiwa yang cukup menghenyakkan terjadi di wilayah Kecamatan Rupat. Desa.Cingam Dusun Pangkalan Buah . Seorang bayi meninggal dunia setelah dilahirkan. Sementara ibunya juga meninggal setelah mengalami pendarahan pada saat berangkat menuju RSUD Dumai menggunakan speed boed Morong ekpress  Senin. Pagi ( 6/10).Pantauan dilapangan senin pagi di tempat kejadian tampak spead boet morong ekpres merapat di pelabuhan Batupanjang.untuk minta pertolongan kepada agen speed. Agar mayat korban pendarahan tersebut dapat dipindahkan ke speed yang lain untuk dapat dibawa pulang kekampungnya. Sedang penumpang lain melanjutkan ke dumai. Saat wartawan bengkalis pos menanyakan pihak keluarga korban yang di temani suaminya mengatakan "tidak saya sangka ini udah kehendak Allah SWT. Bayi saat lahir telah meninggal dan sang ibu melaksanakan persalinan di rumah bersalin di Desa cingam. Dusun pangkalan buah, Kecamatan Rupat ,Minggu(5/10). Sedangkan ibunya mengalami pendarahan segera di rujuk ke RSUD Dumai,dalam perjalanan menggunakan transportasi speed buot Morong ekpress  , akhirnya ikut meninggal beberapa jam setelah s  meninggalkan desa pangkalan buah  kemudian karena pendarahan. Senin sekitar jam 9 pagi (6/10/14)  Dari pihak kami belum bisa memastikan adanya unsur kelalaian dalam kejadian ini karena ini adalah sudah takdir dan jangan menyalahkan pada salah satu pihak "ungkapnya.Lanjutnya "saya berharap pihak penumpang dan masyarakat yanng ada dalam speed boed.bisa menbantu untuk mencari spead agar mayat tertsebut dapat dipindahkan dan dibawa pulang kekampung nya desa pangkalan buah " jelasnya dengan wajah sedih kehilangan istri yang tercinta."Dengan ikhlas kami menolongnya karena rasa pangilan jiwa sesama umat islam yang harus kita bantu apalagi korban meninggal karena pendarahan "ungkap safran (35) merupakan bekerja sebagai pengojek dipelabuhan batupanjang(Budi).


Tag:

Berita Terkait

Berita

Ironis, Siswa SDN 14 Bengkalis Belajar di Lantai

Berita

Musyawarah Anak Cabang ke IV PDIP Kecamatan Rupat Di Gelar

Berita

Tim Sepak Bola Jaya Mukti FC Tumbangkan Shinobi 77 FC Di Final Pemuda Cup II

Berita

Jalan Di Perbaiki, PT SRL Rupat Laksanakan CSR

Berita

Ketua ULP Bengkalis,Sevnur Lagi !!!

Berita

Ordis juara Trimukti cup VIII