RUPAT,PESISIRNEWS.com - Petani karet di Rupat, mengeluhkan harga getah karet saat ini dinilai rendah dan terpaksa beralih ke usaha lain, salah satunya jadi buru bangunan.
"Dulu harga getah karet bisa mencapai Rp11 ribu perkilogram, namun sekarang nilai jualnya hanya Rp 6 ribu perkilogram (kg)," kata Adal (38), petani karet di kelurahan Batupanjang, Kecamatan , Rupat , Rabu.(1/10)
Harga beli getah karet di pasaran masih rendah, maka sebagian besar petani di kelurahan Batupanjang banyak yang memilih banting stir atau beralih jadi kuli bangunan.
"Sebagian besar petani karet di sini banyak yang beralih kuli bangunan, sebab kalau dipaksakan tetap mengurusi karet tentu anak-anak di rumah tidak bisa melanjutkan sekolah, akibat tidak sebandingnya antara pemasukan dan biaya untuk membeli pupuk," katanya.
"Sekarang saya dan keluarga untuk bertahan hidup terpaksa memanfaatkan sebidang tanah warisan orang tua untuk menanam ubi dan pisang. Hasil. Tanaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ," ungkapnya.
Pengakuan senada juga disampaikan Amat ceprot(56), petani karet asal Desa Pangkalan nyirih, Kecamatan Rupat
"Harga karet sekarang ini masih rendah, yakni kisaran Rp6 ribu per kg," katanya.
Menurut dia, kondisi cuaca di Rupat yang sejak sebulan terakhir terus diguyur hujan juga dinilai membuat petani karet menjadi pusing, karena hasil sadapan jauh menurun.
Ia mengatakan, di samping harga getah karet murah, ternyata kalau musim hujan kualitas dan jumlah produksi yang disadap petani menjadi jauh berkurang.
"Kalau hujan tentu kita tidak bisa menyadap karet. Jadi selama beberapa bulan ini seluruh petani karet di Rupat kondisi keuangannya sedang memprihatinkan. Untuk itu kami berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi agar nilai jual getah karet di pasaran bisa kembali stabil minimal ada peningkatan," katanya.(Budi)