getah karet Rp.6000 per kilo

Harga Karet Rendah Warga alih Profesi

- Jumat, 03 Oktober 2014 07:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102014/1412296894gambar getah.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

RUPAT,PESISIRNEWS.com - Petani karet di Rupat, mengeluhkan harga getah karet saat ini dinilai rendah dan terpaksa beralih ke usaha lain, salah satunya jadi buru bangunan.

"Dulu harga getah karet bisa mencapai Rp11 ribu perkilogram, namun sekarang nilai jualnya hanya Rp 6 ribu perkilogram (kg)," kata Adal (38), petani karet di kelurahan Batupanjang, Kecamatan , Rupat , Rabu.(1/10)

Harga beli getah karet di pasaran masih rendah, maka sebagian besar petani di kelurahan Batupanjang  banyak yang memilih banting stir atau beralih jadi kuli bangunan.

"Sebagian besar petani karet di sini banyak yang beralih kuli bangunan, sebab kalau dipaksakan tetap mengurusi karet tentu anak-anak di rumah tidak bisa melanjutkan sekolah, akibat tidak sebandingnya antara pemasukan dan biaya untuk membeli pupuk," katanya.

"Sekarang saya dan keluarga untuk bertahan hidup terpaksa memanfaatkan sebidang tanah warisan orang tua untuk menanam ubi dan pisang. Hasil. Tanaman  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ," ungkapnya.

Pengakuan senada juga disampaikan Amat ceprot(56), petani karet asal Desa Pangkalan nyirih, Kecamatan Rupat

"Harga karet sekarang ini masih rendah, yakni kisaran Rp6 ribu per kg," katanya.

Menurut dia, kondisi cuaca di Rupat yang sejak sebulan terakhir terus diguyur hujan juga dinilai membuat petani karet menjadi pusing, karena hasil sadapan jauh menurun.

Ia mengatakan, di samping harga getah karet murah, ternyata kalau musim hujan kualitas dan jumlah produksi yang disadap petani menjadi jauh berkurang.

"Kalau hujan tentu kita tidak bisa menyadap karet. Jadi selama beberapa bulan ini seluruh petani karet di Rupat kondisi keuangannya sedang memprihatinkan. Untuk itu kami berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi agar nilai jual getah karet di pasaran bisa kembali stabil minimal ada peningkatan," katanya.(Budi)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Ironis, Siswa SDN 14 Bengkalis Belajar di Lantai

Berita

Musyawarah Anak Cabang ke IV PDIP Kecamatan Rupat Di Gelar

Berita

Tim Sepak Bola Jaya Mukti FC Tumbangkan Shinobi 77 FC Di Final Pemuda Cup II

Berita

Jalan Di Perbaiki, PT SRL Rupat Laksanakan CSR

Berita

Ketua ULP Bengkalis,Sevnur Lagi !!!

Berita

Ordis juara Trimukti cup VIII