BENGKALIS, PESISIRNEWS.com – Kurangnya kuota minyak dari Pertamina menyebabkan operasional armada penyeberangan menjadi terganggu, hal itu berdampak bagi ketidaknyamanan pengguna jasa penyeberangan yang harus rela mengantri berjam-jam baik di pelabuhan maupun di dalam kapalPantauan wartawan pada Rabu (1/10), kapal Fery Tasik Gemilang yang semestinya berangkat dari pelabuhan roro Sungai Selari Pukul 09.30 WIB karena kekurangan BBM harus molor sampai pukul 10.30 WIB baru berangkat menuju Bengkalis, kondisi itu menyebabkan penumpang harus berlama-lama menunggu di dalam kapal,“Selain berjam-jam kita di kapal Tasik Gemilang ini, muatannya juga over load sehingga kita harus rela berdiri dan berdesak-desakan karena kekurangan kursi,” Kesal Taufik salah seorang penumpang dari Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil, Kamis (1/10)Dikatakan Taufik kondisi Tasik Gemilang saat berangkat kemarin sangat tidak nyaman, disamping over load, aroma dari salah satu mobil yang mengangkut sejumlah ternak ayam juga sampai ke ruang atas, sehingga selama perjalanan bau tak sedap ditanggung oleh penumpang“Seharusnya dishub harus meningkatkan fasilitas pelayanan kalau perlu mobil pengangkut ayam diberangkatkan serentak dengan mobil BBM supaya penumpang lain tidak terganggu,” SebutnyaSementara itu Wan Sabri pengguna jasa yang juga berada di Tasik Gemilang saat itu menyayangkan kondisi penyeberangan yang dinilainya semakin buruk itu“Kalau memang kuota BBM kurang, pihak dishub harus mengejar bola dengan melakukan lobi kusus di Pertamina, jangan hanya sekedar mengirim surat tanpa melakukan upaya untuk meyakinkan pihak pertamina, apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” Tandas Wan Sabri.(yee)