BENGKALIS,PESISIRNEWS. com -Terkait kejadian yang menimpa 3 kakak beradik Zul, Ol, dan M.Kharissuhut warga desa Sepahat Kecamatan Bukit Batu diperairan selat malaka kamis (21/8) beberapa waktu lalu saat melakukan perjalanan dari malaysia ke indonesia dan nekad terjun akibat terjadi kejar- kejaran dari pihak diduga Patroli Bea dan Cukai pelan- pelan terjawab sudah.Aksi nekad ke 3 ABK yang menewaskan satu ABK bernama M. kharissuhut saat melakukan perjalanan dengan membawa barang ilegal bawang merah Rupanya dikejar petugas Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun dengan nomor lambung kapal patroli BC 1603 serta melepaskan tembakan sehingga ke 3 ketakutan dan nekad terjun.Saat dihubungi wartawan melalui via telepon, kamis (28/8) kemarin komandan operasi perairan selat malaka Bea dan Cukai Tanjung Balai tatang Sutrisno mengakui bahwa yang melakukan pengejaran terhdap kapal pompong tiga warga sepahat adalah pihaknya.Menurutnya, pengejaran yang dilakukan terhadap 3 ABK kapal pada Kamis pekan lalu bersama 10 anggotanya setelah mendapatkan informasi sebelumnya bahwa akan ada kapal pompong pengangkut bawang merah ilegal dari Linggi Malaysia dibawa ke Bukit Batu Bengkalis- Indonesia."Memang kami berpatroli selama 9 jam bersama 10 anggota, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada kapal pompong membawa bawang merah dari Malaysia menuju Indonesia. setelah benar informasi tersebut dan terlacak dengan radar yang kita punya, kita lakukan pengejaran terhadap pompong itu namun pompong yang dikendaraai tersebut tidak berhenti dan anggota pun melepaskan tembakan saat melakukan pengejaran di laut Tanjung Jati tersebut, namun bukan diarahkan ke tersangka," akunya menerangkan.Diterangkan Tatang, meski dilakukan tembakan peringatan pompong bermuatan bawang terus melaju menghindari petugas. dengan kondisi tersebut ia terus melakukan pengejaran hingga menempel kepompong angkutan bawang ilegal. "Setelah merapat, anggota melompat ke pompong dengan kondisi pintu pompong sebelah samping kanan sudah tertutup, kita tidak tahu posisi ABK nya dimana dan berapa jumlahnya. kami pun menduga ABK nya terjun kelaut, lantaran saat dicari cari setiap sudut pompong tidak ada orangnya,"imbuhnya."Kita juga sempat melakukan pencarian terhadap ABK kapal yang diduga terjun yakni dari Pukul 04.00-08.00 wib. karena tidak ketemu kita mencarinya, maka sepakat kembali ke Tanjung Balai Karimun dengan membawa kapal pompong KM. Sambora tipe 6 GT yang mengangkut bawang merah kurang lebih 15-20 ton dengan kemungkinan surat surat kapal dan pasport juga dibuang kelaut," tambah Tatang yang baru tahu kalau ABK yang membawa bawang warga Sepahat tersebut berjumlah 3 orang lewat media masa diinternet.(yee).