BENGKALIS, PESISIRNEWS.com - Belakangan ini Indonesia mengimpor beras, guna kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat. Hal itu sangat kontras dengan negara indonesia yang subur dan masih banyak juga bahan pangan selain beras di Indonesia.
Atas dasar tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau yang ditempatkan di Desa Bantan Air menggelar acara Satu Hari Tanpa Nasi (One day No Rice). Kepada pers, Selasa (19/8/2014) Mohd Andy Prasetyo, salah seorang Mahasiswa Kukerta tersebut mengatakan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang produk olahan makanan pokok selain beras.
“Inti dari acara One Day No Rice ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang produk olahan selain beras,” ujarnya.
Menurutnya tujuan program ini untuk mengajak masyarakat tidak hanya bergantung kepada nasi sebagai makanan pokok.
“Jadi mana tahu suatu saat nanti beras langka, adalah produk penggantinya seperti dari ubi maupun sagu kan ada produk turunannya, jadi masyarakat tidak bergantung kepada beras yang dimasak menjadi nasi ”ujarnya.
Ditambahnya, ia bersama rekan-rekan kukerta yang berjumlah 14 orang tersebut yakin bahwa potensi alam yang ada di Kecamatan Bantan ini memungkinkan untuk mengembangkan produk olahan sebagai makanan pokok selain beras.
“Kalau dari potensi alam nya desa di Bantan punya lahan pertanian untuk bercocok tanam padi, tapi padi hanya ditanam pada musim hujan, setalah kami melakukan pengamatan kalau terjadi kemarau yang berkepanjangan, itulah yang akan menjadi produk pengganti beras,” ujarnya.
Program ini sendiri sudah diperkenalkan Mahasiswa saat momen upacara HUT RI di Desa Bantan Air, Minggu kemarin.
“Dari masyarakat sangat antusias karena belum sampai satu jam produk itu sudah habis, bahkan masyarakta juga bertanya bagaimana membuatnya dan juga apa manfaatnya,”tambahnya
produk olahan yang diperkenalkan sendiri antara lain seperti mie sagu, gethuk, perkedel jagung, puding jagung, dan beberapa produk olahan lainnya.
Kedepannya mahasiswa ini mengaku siap untuk menggelar acara serupa, namun kendala yang dihadapi adalah dari pendanaan.
“Untuk kedepannya kalau misalkan dari segi pendanaan menyokokng, kami dari mahasiswa bersedia untuk kembali menggelar acara tersebut.,”ungkapnya
Melalui acara ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengandalkan beras sebagai makanan pokok.
“Harapannya yang ingin dicapai adalah agar masyarakat tidak hanya mengandalkan beras sebagai makanan sehari-hari, tapi setidaknya dalam sehari diselingi, misalnya pagi makan nasi, siangnya makan ubi,” tutupnya. (Sof)