JAKARTA, PESISIRNEWS.com - Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh bertemu Bupati dan Walikota seluruh Indonesia di Kantor Pusat APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Rabu (21/8/14).Sekjen ASEAN itu bertemu para kepala daerah kabupaten saat menghadiri diskusi kesiapan daerah dalam menghadapi masyarakat ASEAN (MEA) 2015.Isran Noor selaku Ketua Umum APKASI, menyatakan MEA 2015 akan diberlakukan mulai 31 Desember 2015. Praktis, dimulainya pasar terbuka atau pasar bebas di negara–negara angggota ASEAN termasuk Indonesia. Ini jelas sangat berdampak pada daerah.“Setelah diberlakukan MEA 2015, maka mobilitas arus barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja akan bergerak bebas. Daerah-daerah Indonesia harus siap menghadapi MEA 2015,” kata Isran Noor kepada lensaindonesia.com di Jakarta, Rabu (20/8/14).APKASI galau mencermati penilaian berbagai kalangan, bahwa Indonesia, terutama daerah belum sepenuhnya siap menghadapi MEA 2015. Ini disebabkan kurangnya sosialisasi di tingkat pusat dan daerah. Bahkan, tidak sedikit pemerintah daerah belum menyiapkan kerangka regulasi, kebijakan maupun program terkait dengan pemberlakuan MEA 2015.Karena, itu, menurut Isran, daerah harus memiliki strategi khusus dalam menghadapi MEA 2015. Salah satunya adalah dengan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah dan mendorong ekspansi promosi produk unggulan baik barang dan jasa melalui fasilitas promosi dan mendorong eksportir lokal untuk mengembangkan pasar di ASEAN.“MEA 2015 akan mendorong investasi daerah melalui penyederhanaan prosedur, mempersingkat waktu, serta transparansi proses perijinan usaha dan menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah melalui tata kelola investasi yang baik,” kata Isran. Artinya, para pemimpin daerah harus segera merubah mindset tidak “tutup matah” atau meremehkan semakin dekatnya tantangan pasar bebas ASEAN agar menjadi tuan di kampung halaman sendiri. (lic)