Belum Sempat Turun, Kini Harga Sembako Tambah Naik

- Kamis, 08 September 2016 17:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092016/pesisirnews_Belum-Sempat-Turun--Kini-Harga-Sembako-Tambah-Naik.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
PEKANBARU - Pasca idul fitri 1437 H kemarin, bahan kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru belum ada turun, namun menjelang idul adha ini naik lagi membuat masyarakat mengeluh.Dimana, beberapa harga komoditi di Pekanbaru mengalami lonjakan seperti cabai, dimana harga normal yang biasanya hanya Rp30 ribu/kilo kini sudah menyentuh angka Rp70 ribu/kilo."Kenaikan harga di atas 20 persen dari harga normal. Harga cabe merah sekarang tembus Rp55 ribu hingga Rp70 ribu/kilo," ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, Kamis (8/9/2016).Menurut Irba, harga cabai merah di Pekanbaru saat ini memang bervariasi. Seperti di Pasar Panam, harga cabai berkisar Rp50 ribu hingga Rp55 ribu/kilo. Sedangkan, di Pasar pagi Arengka, harga cabai Rp60 ribu/kilo."Pasar Sail mencapai Rp70 ribu/kilo. Sedangkan harga normal cabe merah dihargai Rp30 ribu/kilo," sebutnya.Kenaikan harga ini, menurut Irba lebih karena pasokan cabai yang terbatas. Pasalnya, kekurangan pasokan dipengaruhi cuaca. Disamping itu adanya dugaan spekulan yang memanfaatkan kondisi."Spekulan selalu ada. Makanya kita sayangkan ada spekulan memanfaatkan kondisi ini. Apalagi memang kebutuhan masyarakat jelang Idul Adha ini meningkat," ungkapnya.Kebutuhan cabe merah di Pekanbaru selama ini, sebutnya, 40 persen dipasok dari Sumatera Barat, lalu 30 persen dari Jawa dan Sumatera Utara, sisanya dari daerah lain, termasuk lokal Pekanbaru atau Siak."Untuk komoditi ini, kita masih bergantung dengan daerah lain. Jika daerah pemasok bermasalah, maka kita juga ikut terkena dampak," jelasnya.Untuk itu, Irba berharap agar pedagang tidak memainkan harga, mengingat cabai merah merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat."Kenaikan harga di atas 20 persen, sesuai aturan pemerintah bisa intervensi untuk stabilkan harga. Ini yang akan kita komunikasikan. Hanya saja, langkah impor untuk intervensi masih belum bisa dipastikan. Sebab Disperindag Pekanbaru mesti berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkait usulan impor cabai," pungkasnya.


Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ekbis

Bupati Herman Atensi Pembangunan Pasar Yos Sudarso yang Sudah Terlihat Tua, Kumuh, dan Memprihatinkan

Ekbis

Pemkab Inhil Belum Masuk Daftar Implementasi 100% BBM Satu Harga Tahap IV

Ekbis

Dinas Pangan Inhil Serahkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai ke Panti Lansia

Ekbis

Respon Bupati Inhil terhadap Naik Turunnya Harga Kelapa

Ekbis

Jelang Idul Fitri 1446 H, Polsek Tembilahan Hulu Berbagi Sembako Kepada Masyarakat dan Purnawirawan