SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Sebanyak 300-an anggota polisi dibawah lingkungan Polres Kepulauan Meranti mengikuti revolusi mental, Rabu (24/2/16) di aula gedung PSMTI Kepulauan Meranti, Jalan Rumbia, Selatpanjang. Revolusi mental ini dilakukan secara bertahap nantinya.
"Seluruh anggota polisi termasuk seluruh Polsek mengikuti ini. Memang tidak sekaligus, tapi akan laksanakan secara marathon," ungkap Kapolres, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi kepada wartawan.
Dalam revolusi mental yang dilaksanakan itu seluruh anggota yang mengikutinya, termasuk mentor juga tidak diperkenankan menggunakan pakaian dinas. Namun menggunakan pakaian bebas. Sehingga tidak ada batasan antara bawahan dan atasan.
"Dalam pelaksanaan revolusi mental ini tidak ada batasan antara pimpinan dan anggota. Sehingga bisa lebih terbuka nantinya. Dengan begitu akan terbangun diskusi dengan baik antara mentor dan peserta," ungkapnya.
Mantan Ajudan Kapolri Sutanto itu juga menegaskan bahwa, target yang akan hendak dicapai nantinya setiap anggota Polri harus menjadi penggerak revolusi mental, dan menjadi contoh tertib soal di ruang publik. Jadi seluruh anggota Polri bisa benar-benar bertugas sesuai dengan kode etik dan ketentuan yang berlaku.
"Jika sudah begitu tidak akan ada lagi Polisi yang sombong, arogan, emosional dan semena-mena kepada masyarakat," ujar Kapolres.
Selain itu juga Ia berharap seluruh anggota Polri dapat menjaga keseimbangan antara hak dan kewajibannya. "Jadi tidak hanya semerta-merta memenuhi tuntutan pekerjaan saja, tetapi kewajiban didalam keluarga masing-masing anggota Polri," terangnya.
Dapat disampaikan pula, dalam revolusi mental yang dilaksanakan di Gedung PSMTI Selatpanjang itu, yang bertindak sebagai mentor yakni Kabag Sumda, Kompol Sumarno. Dengan menggunakan baju biasa dia membuat permainan, dan diskusi bagi puluhan anggota polisi yang ikut dalam revolusi mental hari pertama tersebut.
Dalam revolusi mental itu juga ditampilkan video fenomena hidup anak-anak terlantar. Setelahnya didiskusikan dan dibahas bagaimana hal itu bisa diatasi atau jangan sampai terjadi nantinya. (rhd)