SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - PT Masagi Energi Solusindo (MES) tengah menjajaki untuk ikut berpartisipasi mengelola potensi gas bumi di Kepulauan Meranti. Potensi gas bumi di Meranti diperkirakan dapat mencapai 15 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
Keinginan perusahaan gas swasta ini untuk dapat mengelola potensi gas bumi ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka berkeinginan untuk menanamkan sahamnya di bidang pengelolaan gas sebesar 4 mmscfd atau sebesar 20 MW.
"Saat ini, PT MES sedang menjajaki dengan kita agar dapat mengelola potensi gas di Meranti. Lokasinya mereka meminta di daerah dorak, tapi kedepannya akan kita usulkan ke gogok," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Meranti, Herman melalui Kabid Energi dan Kelistrikan, Mufrizal, Selasa (23/2).
Menurutnya, PT MES sudah melakukan pembicaraan dengan Pemkab Kepulauan Meranti mengenai peluang mengelola potensi gas di Meranti. Potensi gas diperkirakan mencapai 15 juta kaki kubik per hari. Jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber energi untuk menerangi dan memenuhi kebutuhan listrik di tanah jantan ini.
“Saat ini potensi gas kita terdapat di daerah Suir, Mengkikip, Lukit dan Kurau, tapi belum tergarap dengan maksimal. Sementara, 2 sumur gas kita yang terdapat di Desa Lukit yang menghasilkan 9 mmscfd atau sebesar 45 MW telah dijual untuk PLTG PT BSP untuk memenuhi kebutuhan energi di Kabupaten Siak," ungkap Mufrizal.
Kabid Energi dan Kelistrikan itu juga mengatakan, untuk tahap awal pengelolaan gas bumi memerlukan persiapan, diantaranya perlu ada kawasan industri gas bumi dan infrastruktur pendukungnya. Pengelolaan gas bumi nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri, bisnis dan juga rumah tangga.
“Pengelolaan gas bumi itu harus memberi manfaat sebesarnya bagi masyarakat Kepulauan Meranti dan sekitarnya,” tuturnya. (rhd)