PEKANBARU, PESISIRNEWS.COM - Kebijakan pemerintah untuk memangkas biaya cost recovery dapat berakibat buruk bagi nasib karyawan kontraktor perusahaan migas di Riau. Pada tahun ini, karyawan yang jumlahnya mencapai ribuan ini terancam mengganggur.Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau Hasidin, Ahad (3/11/2016) mengatakan akibat dari kebijakan tersebut, tidak menutup kemungkinan perusahaan migas akan mengakhiri kontrak kerja pihak ketiga demi penghematan operasional."Akibatnya, bakal ada ribuan tenaga kerja yang menganggur. Kami sedang membahasnya agar hal ini bisa diantisipasi," katanya, beberapa waktu yang lalu.Di sisi lain, Hasidin mengingatkan kepada kontraktor untuk ikut memikikirkan alternatif lain untuk kelangsungan usahanya. Jangan terus-menerus hanya bergantung dengan industri migas saja.Hasidin mengungkapkan Riau memiliki sekitar 100.000 tenaga kerja di industri migas di Riau. Angka itu termasuk 300 orang diantaranya tenaga kerja asing.Prediksi ini diamini Ketua Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Provinsi Riau, Wijatmoko Rah Trisno. Ia membenarkan kemungkinan terjadinya PHK besar-besaran dari perusahaan sub kon sektor migas tersebut.Salah satu penyebab utamanya adalah pertimbangan perusahaan subkon akibat harga minyak mentah dunia yang tidak kunjung membaik dalam waktu dekat.“Harga minyak dunia ini mungkin akan tetap rendah dalam waktu yang tidak dapat ditentukan,” katanya.Karena itulah perusahaan sub kon yang bergantung pada pekerjaan eksplorasi migas di Riau tidak dapat bertahan beroperasi karena besarnya biaya yang harus ditutupi akibat ketiadaaan pekerjaan baru.Kondisi ini menurut Wijatmoko akan membuka peluang besar terjadinya pengurangan tenaga kerja oleh perusahaan sub kon tersebut. (ry)
Cari berita terkait lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: beritariau.com