KelompokRitel dan Konsumen Muslim Malaysia menyerukan pemboikotan produk Inggris,Cadbury dan perusahaan induknya Mondelez International Inc, setelah pada duajenis cokelat ditemukan mengandung DNA babi.
Â
CokelatCadbury Malaysia ditarik dari pasaran, setelah temuan oleh pihak berwenangMalaysia --dalam uji acak-- dianggap mengandung DNA babi. Cadbury Malaysiahanya menjual produk ini di pasar lokal. Penjualan produk Mondelez di Malaysiaadalah sebagian kecil dari sekitar 15 persen pendapatan perusahaan itu yangberasal dari kawasan Asia-Pasifik. Tetapi, kekhawatiran atas standar halal bisamembahayakan penjualan di pasar Muslim yanglebih besar, seperti Indonesia dan Timur Tengah.Namun bukan hanya pada produk coklat, kelompok ritel Muslim Malaysia meminta agar pihakberwenang menghentikan penjualan semua produk yang dibuat oleh Cadbury,Mondelez dan raksasa makanan AS Kraft, yang mengakuisisi Cadbury pada tahun2010 dalam kesepakatan senilai 19 miliar Dolar AS. Selanjutnya unit tersebutberganti nama menjadi Mondelez International Inc.
Aksi boikot
KelompokMuslim mendesak Malaysia untuk melakukan aksi boikot."Ini akan mengajarkan semua perusahaan di Malaysia untuk mempertahankandan melindungi sensitivitas di Malaysia," tandas Sheikh Abdul KareemKhadaied, kepala penelitian Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia dalam sebuahkonferensi pers di Kuala Lumpur.
Diamengatakan perusahaan tersebut harus meminta maaf dan menariksemua produk mereka secara sukarela."Ini adalah masalah yang terkaitagama," tambahnya.
Cadbury kooperatifDalam sebuah pernyataan pekan ini Cadbury Malaysia mengatakan telah bekerja samadengan Departemen Urusan Islam untuk memastikan bahwa produknya sudah memenuhipedoman halal. Dikatakan lebih lanjut, pihak berwenang menjalankan tes lagi danakan mengumumkan hasilnya dalam waktu sepekan. Seorang juru bicara untukCadbury Malaysia menolak untuk merespon ajakan boikot nasional.Kelompok-kelompok ritel dan konsumen Muslim menyatakan alasan diperlukannyapemboikotan produk Cadbury dan produk lainnya karena kontaminasi tersebutdiduga mungkin tak terbatas hanya pada dua jenis cokelat. "Meskipun hanyadua produk yang terdaftar sebagai produk terkontaminasi, tapi mekanisme yangsama digunakan untuk memproduksi produk lainnya, jadi ada keraguan dalampikiran kita bahwa semua produk dapat terkena kontaminasi yang sama,"tuding Bazeer Ahmad, penasihat Asosiasi Grosir dan Pedagang Ritel MuslimMalaysia.ap/cp (rtr, ap)