PALEMBANG, PESISIRNEWS.COM - Pemprov Sumsel bakal melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan lahan gambut seluas 1.480.000 hektare di provinsi itu sebagai upaya pencegahan kebakaran pada tahun depan. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk evaluasi yang melibatkan tenaga ahli. "Saya bertekad tahun depan lebih baik, kalau tidak bisa zero hot spot, minimal asap tidak sampai ke negeri tetangga," katanya, Jumat (30/10/2015). Evaluasi tersebut juga akan mengikuti instruksi pemerintah pusat yang mana dinyatakan bahwa lahan yang terbakar harus dikeluarkan dari hak guna usaha (HGU) perusahaan dan kembali ke negara. Menurut Alex, lahan gambut yang terbakar itu dapat dijadikan hutan alam dengan ditanami pohon jelutung yang akarnya dapat melindungi gambut. "Kita lihat nanti apakah dijadikan hutan alam, apakah akan dikelola, tapi yang penting tidak boleh terbakar lagi," katanya. Gubernur menambahkan, selain melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan lahan gambut, pemda juga akan lebih dini melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibanding tahun ini. Pihaknya akan bekerjasama dengan Lapan untuk melakukan pengindraan dini. "Jadi kami akan terapkan early warning system, sehingga kami akan tahu lebih dulu sebelum hot spot terjadi," katanya. Pemprov Sumsel telah menetapkan status tanggap darurat bencana asap sejak 26 Februari 2015. Kemudian melakukan water bombing sejak 6 Juli 2015 akan tetapi kabut asap tidak bisa dicegah dan telah terjadi selama tiga bulan terakhir.
(rio)Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINISumber: Bisnis.com