Asean Mayors Forum 2015 di Makassar

Pj. Bupati Kenalkan Sagu dan Kopi Meranti

- Selasa, 08 September 2015 18:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092015/pesisirnews_Pj.-Bupati-Kenalkan-Sagu-dan-Kopi-Meranti.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pj. Bupati Meranti, Edy Kusdarwanto, didampingi Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Meranti, Hendra Putra, meninjau sebuah stand yang menampilkan produk kopi di arena Asean Mayors Forum di Makassar.
MAKASAR, PESISIRNEWS.COM - Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Meranti, Edy Kusdarwanto, berupaya memanfaatkan pertemuan para walikota dan bupati negara-negara Asean atau Asean Mayors Forum (AMF) 2015 di Makassar untuk memperkenalkan produk unggulan Meranti, yakni potensi sagu dan kopi.Edy memaparkan, potensi daerah itu dalam tamah-ramah dengan koleganya dari beberapa daerah seperti Cirebon dan Surabaya. Juga kepada perwakilan walikota dari luar negeri. Ia juga meninjau stand expo sejumlah daerah dan perusahaan."Kita perlu memperluas pasar potensi sagu dan kopi, daerah kita akan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar. Kita juga perlu belajar untuk meningkatkan nilai ekonomi produk kita," ungkap Pj Bupati di sela mengikuti pertemuan, Selasa (8/9).Pertemuan Asean Mayors Forum 2015 di Hotel Four Point, Makassar itu dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, yang menggantikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berhalangan hadir.Pertemuan yang diikuti ratusan walikota se-Asean ini juga diikuti para bupati se-Indonesia. Selain membahas persiapan menyambut masyarakat ekonomi Asean (MEA) juga digelar ekspo serta investment forum."Forum seperti ini penting karena Meranti berada di beranda Indonesia. Kita sangat dekat dengan negara tetangga yang sudah maju yakni Singapura dan Malaysia. Kita perlu mempersiapkan masyarakat kita agar tidak hanya jadi pembeli bagi produk-produk luar yang akan masuk secara bebas sehubungan semakin dekatnya pelaksanaan MEA," jelas Edy.Ia berkeinginan masyarakat Meranti semakin mandiri terutama dalam penyediaan produk kebutuhan sehari-hari. Dia mencontohnya penyediaan jaring bagi nelayan-nelayan. Diharapkan jaring itu tidak lagi dibeli tetapi dibuat sendiri oleh masyarakat nelayan. Begitu juga alat tangkap jenis lainnya."Mungkin kita perlu memikirkan untuk melatih nelayan kita dalam membuat alat tangkap terutama jaring. Kalau sekarang beli, nantinya bikin sendiri," terangnya.Sebelumnya, pada pembukaan AMF, Sekjen United Cities and Local Government (UCLG) atau Persatuan Walikota Se-Asean, Ny Bernadia Irwatai Tjandradewi, mengungkapkan perlunya visi bersama dalam menyambut MEA agar kota-kota di negara-negara Asean bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama. Sedangkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang membuka forum tersebut menyoroti besarnya tantangan yang akan dihadapi masyarakat Indonesia dalam menghadapi pasar bebas Asean.Menurutnya, jika tidak disiapkan bukan mustahil ada kota-kota yang semakin jauh tertinggal akibat MEA tersebut.(Rls/Adi)

Berita Terkait

Ekbis

Bupati Herman Serahkan SHM Warga Transmigran, UPT Tiram Jaya Disiapkan Menjadi Dusun Mandiri

Ekbis

Dukung Program Prioritas Kapolri,Polri Bersama Masyarakat,Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 (Tiga ) Mesin Katinting kepada Nelayan

Ekbis

Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang

Ekbis

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Ekbis

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Ekbis

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda