MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, membuat sejumlah harga hasil perkebunan di Kepulauan Meranti ikut naik. Komoditi yang mengalami kenaikan harga tersebut seperti Sagu dan Kelapa.Harga kelapa untuk ekspor saat ini bisa dibanderol dengan harga Rp1,400 per kilogramnya. Sedangkan tepung Sagu capai Rp 7 ribuan per kilogramnya."Harga kelapa dan Sagu memang naik sejak rupiah melemah. Ini dikarenakan komoditi tersebut merupakan hasil perkebunan yang diekspor dengan kapasitas besar. Sehingga, jika dollar naik, maka pekebun akan berjaya," terang Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Kepulauan Meranti, Mamun Murod, belum lama ini.Harga kelapa sebelum dollar naik, hanya dalam kisaran Rp 1,200 perkilogram. Sedangkan untuk harga sagu ekspor sekitar Rp 6 ribuan.Murod juga menjelaskan, saat ini sagu menjadi penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Meranti hingga 76 persen. Hal ini disebabkan jumlah ekspor sagu ke luar negeri mencapai 850 ton per bulannya."Paling besar itu permintaan sagu dari Malaysia yang mencapai 600 ton dan Jepang sebanyak 250 ton perbulannya," ujarnya.Menurut Murod, Industri dan perdagangan di Kepulauan Meranti juga secara rutin melakukan ekspor, khususnya ke Malaysia. Selama ini Kabupaten Meranti memasok hampir 70 persen bahan baku kelapa bulat ke industri hilir berbahan dasar kelapa di Malaysia dan selama itu pula nilai tambah yang bisa didapatkan daerah ini masih menjadi keuntungan untuk Malaysia.Ia berharap, kenaikan harga sagu ini berdampak pada harga tual sagu di tingkat petani yang saat ini masih dalam kisaran harga Rp 45 ribu per tual."Mudah-mudahan kenaikan dolar berdampak positif bagi para petani sagu di Meranti," ungkap Murod.(Adi)