Jelang Idul Adha 1436 H, Hewan Kurban Diperiksa

- Selasa, 01 September 2015 18:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092015/pesisirnews_Jelang-Idul-Adha-1436-H--Hewan-Kurban-Diperiksa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Untuk mengetahui daging yang layak dikonsumsi masyarakat, khususnya umat muslim yang akan merayakan Idul Adha, perlu dilakukan pemeriksaan hewan kurban.Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Khairurrazi, Selasa (1/9). Dikatakannya juga, hewan kurban harus dilakukan pemeriksaan terhadap kesehatannya. Terutama hewan ternak yang diragukan kesehatannya untuk dikonsumsi.Pemeriksaan kesehatan, Lanjutnya, akan dilakukan saat pemasokan sapi dari luar daerah yang akan dikirim ke Kepulauan Meranti. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengecekan surat keterangan sehat pada hewan kurban yang dikirim tersebut."Kita harus selektif dalam pemeriksaan hewan kurban tersebut sebelum masuk ke wilayah Meranti. Surat keterangan sehat juga perlu dilakukan pengecekan," sebutnya.Dikatakan Khairurrazi juga, pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan dilakukan terhadap hewan yang diindikasi tidak sehat, "Itu yang kami utamakan," ujarnya.Menurutnya, kondisi hewan kurban yang tidak sehat akan terlihat secara kasat mata, "Sebelum dikurbankan tentu sebaiknya diperiksa, tetapi perlu dukungan panitia untuk memberi tahu kepada petugas," ujarnya lagi.Selain itu, tambah Khairurrazi, jika hewan kurban tersebut positif terkena penyakit disarankan jangan dipotong dahulu. Nantinya hewan tersebut akan di isolasi ke tempat penampungan yang berbeda."Disarankan jangan dipotong dahulu jika hewan kurban tersebut positif terkena penyakit. Nanti jika memang hewan kurban tersebut tidak bisa disembuhkan, akan dilakukan pemotongan paksa atau dimusnahkan," paparnya.Untuk diketahui, saat ini sapi yang sudah masuk di Kepulauan Meranti hanya mencapai 250 ekor, sementara target pemasokan sapi pada tahun ini 350 ekor. Sapi tersebut berasal dari berbagai Kabupaten, yakni Siak, Kampar, Pekanbaru dan Lampung."Masih 250 ekor, nanti akan ada penambahan lagi. Sebab, target kita tahun ini 350 ekor," jelas Khairurrazi.Jika dibandingkan tahun lalu, tambahnya, pemasokan sapi terjadi penurunan, sebab tahun lalu pemasokan sapi mencapai 400 ekor. Turunnya pemasokan, katanya, disebabkan karena terpengaruh pada harga karet dan kelapa yang saat ini turun. "Sedangkan untuk harga sapi terjadi peningkatan. Tahun lalu, satu ekor sapi mencapai 10 - 12 juta, sedangkan tahun ini mencapai 13 - 14 juta," jelasnya mengakhiri.(Adi).

Berita Terkait

Ekbis

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Ekbis

Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bagi Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, mesti sejalan dengan meneladani akhlak mulia Rasulullah.

Ekbis

Wakil Bupati Inhil Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 88 PNS

Ekbis

Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api

Ekbis

Bupati Herman Dorong Penguatan Sinergi Pemkab Inhil dan Lapas Tembilahan

Ekbis

Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar