PRAHA (Pesisirnews.com) - Perusahaan pembuat drone Primoco dari Ceko mengatakan telah memenangkan kontrak untuk pengiriman delapan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) One 150 ke pelanggan yang dirahasiakan di luar Eropa.
Nilai transaksi tersebut adalah 6,8 juta euro ($ 7 juta/sekitar Rp 108,9 miliar), katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari laman Federal Times, Selasa.
“Kontrak termasuk UAV, sensor, stasiun kontrol dan pelatihan, dan termasuk opsi untuk enam belas pesawat lebih lanjut,†kata CEO Ladislav Semetkovský, dalam pernyataannya.
Pengiriman akan dilakukan pada paruh pertama tahun 2023 dan harus mendapat persetujuan dari Administrasi Perizinan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Ceko.
Pengumuman penjualan datang hanya beberapa minggu setelah Primoco memenangkan kontrak untuk mengirimkan dua UAV One 150 senilai 1,7 juta euro kepada pelanggan Eropa.
Pabrikan Ceko itu mengatakan melihat peningkatan minat pada UAV, terutama dari sektor militer.
Pada paruh pertama tahun 2022, perusahaan mengirimkan tujuh UAV dan membukukan penjualan CZK 102,8 juta ($ 4,4 juta).
Primoco mengembangkan dan memproduksi One 150 pesawat tak berawak sipil dan militer, yang mampu terbang sepenuhnya secara independen sesuai dengan rencana penerbangan terprogram.
Fitur utama pesawat ini adalah ukurannya, berat lepas landas maksimum 150 kilogram (331 pon), daya tahan 15 jam, jangkauan 1.800 kilometer (1.100 mil), kecepatan jelajah 120 km/jam, muatan 30 kg, dan take-take otomatis penuh.
[br]
Primoco berfokus pada aplikasi kedirgantaraan sipil dan militer, khususnya di bidang energi, keamanan perbatasan dan pesisir, pemantauan kebakaran, serta operasi pencarian dan penyelamatan.
Perusahaan mengumumkan pada bulan Februari bahwa mereka akan menghentikan kegiatan di pasar Rusia dan menjual anak perusahaan lokalnya AO Primoco BPLA setelah invasi negara itu ke Ukraina.
Republik Ceko sendiri merupakan sekutu NATO dan negara anggota Uni Eropa. (PNC)