JAKARTA (Pesisirnews.com) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) telah menjadi pendukung ketahanan perekonomian. Sebab kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61,07 persen atau senilai Rp 8.574 triliun pada 2021.
"UMKM telah memiliki jumlah sektor bisnis pada 2021 yang mencapai 64,19 juta. Dan telah berkontribusi terhadap PDB hingga 61,07 persen atau senilai Rp 8.574 triliun,†kata Airlangga kepada wartawan, Senin (3/10).
Lebih jauh, Airlangga menjelaskan UMKM mampu mendukung PDB Indonesia karena pemerintah menempuh sejumlah upaya. Salah satunya melalui pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
"Pemerintah juga memberikan bantuan pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR). Tentu dengan plafon tahun 2022 sebesar Rp 373,17 triliun dan tahun depan meningkat menjadi Rp470 triliun," ucapnya.
[br]
Selain itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo maka porsi kredit UMKM ditingkatkan menjadi 30 persen pada 2024. Sedangkan saat ini porsi kredit UMKM terhadap total kredit baru sebesar 18,4 persen.
"Kemudian melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2022. Presiden Joko Widodo turut mengamanatkan kepada Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah agar dapat mengambil langkah-langkah untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem," katanya.
“Itu dilakukan dengan melaksanakan kolaborasi kemitraan program penghapusan kemiskinan ekstrem. Termasuk pemangku kepentingan di luar pemerintah," ucapnya. (PNC/KBRN)