MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1436 Hijriah, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai berangsur naik, namun ada juga yang mengalami penurunan.Hal ini disebabkan banyaknya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan, serta terbatasnya stok bahan makanan. Sedangkan yang mengalami penurunan disebabkan jumlah stok yang banyak, namun kurangnya masyarakat yang membutuhkan."Harga sembako tidak menentu, ada yang mengalami kenaikan dan ada juga yang mengalami penurunan," ungkap Khairi (50) salah seorang pedagang di Pasar Pagi Tanjung Harapan, saat ditemui Kamis (28/5) kemarin.Menurut Khairi, kenaikan harga sembako seperti Cabe, Bawang, dikarenakan panennya tidak serentak, sehingga menyebabkan stok terbatas dan harganya pun mengalami kenaikan."Jika panennya serentak, tidak akan mengalami kenaikan. Pasalnya, jika stok itu banyak, tidak mungkin dijual mahal, kalau banyak jual mahal otomatis lambat habis," terangnya.Berikut Harga Sembako yang mengalami kenaikan, seperti Cabe Merah Rp30.000 per kilo, naik 5000 dari harga sebelumnya Rp25.000 per kilo. Bawang Merah Rp14.000 per kilo, naik 4000 dari harga sebelumnya Rp10.000 per kilo. Bawang Putih Rp20.000 per kilo, naik 4000 dari harga sebelumnya Rp16.000 per kilo. Tomat Rp10.000 per kilo, naik 2000 dari harga sebelumnya Rp8000 per kilo.Sedangkan Kentang mengalami penurunan, sebelumnya Rp10.000 per kilo, turun 2000 menjadi Rp8000 per kilo, dan Kacang Panjang sebelumnya Rp12.000 per kilo, turun 2000 menjadi Rp10.000 per kilo.Dilokasi terpisah, Rio (23) salah seorang pedagang ayam di Pasar Juling, mengatakan bahwa menjelang Ramadhan ini harga ayam potong terus meningkat. Ini disebabkan terbatasnya stok ayam, sedangkan kebutuhan masyarakat meningkat."Harga Ayam Potong Rp26.000 per kilo, naik 2000 dari harga sebelumnya Rp24.000 per kilo. Kita menjual sesuai patokan harga yang dijual agen sama kita, kalau dari agen harganya naik, ya kita ikut naik juga," tutur Rio.Diakuinya juga, meskipun harga ayam makin hari makin meningkat, namun pembeli tidak pernah sepi, malahan kian meningkat pula jumlah masyarakat yang membutuhkan, "Harga ayam yang kita jual ini, berasal dari Meranti, kalau ayam dari pekanbaru, harganya mencapai Rp27 hingga 28 ribu per kilonya," terangnya. (Adi)