MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Maraknya produk atap bangunan yang terbuat dari seng atau roof, ternyata masih banyak juga masyarakat Pulau Tebingtinggi, khusunya Tebingtinggi Timur yang masih mengidolkan atap yang terbuat dari daun rumbia (daun sagu)."Selain bahan dasar pembuatan atap rumbia mudah ditemukan, harganya juga terbilang tidak begitu mahal, Rp2 ribu perlembar," kata Romlah, salah seorang pembuat (penganyam) atap dari daun rumbia, saat ditemui wartawan di Sungaitohor, Sabtu (23/5/2015) kemarin.Dikatakan Romlah, saat ini kebutuhan masyarakat di Sungaitohor akan atap daun rumbia sangat tinggi. Hanya saja, ada beberapa wilayah yang agak jauh untuk mengambil daun rumbia tersebut."Untuk membuat atap rumbia ini tidaklah bisa setiap saat. Sebab, yang menjadi kendalanya adalah bahan dasar untuk membuat atap tersebut, harus menempuh jarak yang cukup jauh (ke kebun sagu), sedangkan untuk pemasarannya sangat mudah," ujarnya.Sementara itu, Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi SE MM, mengatakan bahwa tingkat kebutuhan atap daun rumbia ini sangat tinggi. Sebab, selain harganya murah, untuk membeli atap seng harus terlebih dahulu ke Selatpanjang, sementara jarak tempuh dari Sungaitohor ke Selatpanjang sangat jauh."Di Daerah Tebingtinggi Timur ini memiliki banyak potensi, seperti di Nipah Sendanu, itu potensi UP2K nya adalah pandan, yang bisa diolah menjadi tikar, tudung saji, alas meja, dan beberapa produk lainnya," ucap Helfandi.Ia menjelaskan, hasil dari pengolahan pandan ini, dipasarkan ke Balai Kepri dan Malaysia, untuk pemasaran tidak ada kendala, berapapun yang dikeluarkan pasti habis terjual."Selain itu, Tanjunggadai dan Teluk Buntal, identik dengan gula kelapa, sedangkan untuk Sungaitohor identik dengan sagu basah, atap, dan berbagai kuliner berbahan sagu," jelasnya.Untuk diketahui, dalam pembuatan atap daun rumbia ini dibutuhkan daun rumbia (daun sagu), batang pinang atau batang nibung untuk tulang atap atau yang disebut mengkawan, serta kulit pelepah sagu yang digunakan untuk mengikat (dengan cara menganyam) daun-daun di mengkawan tersebut. (Adi)