TEMBILAHAN (Pesisirnews.com) - Seminggu menjelang Hari Raya Idulftri 1443 H, yang diperkirakan jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022, harga daging ayam potong di Tembilahan, Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terpantau masih cukup tinggi.
Dari pengamatan di lapangan, harga ayam potong bersih di tempat penjualan ayam potong di Jalan Gerilya Parit 6, saat ini di harga Rp 36.000 per kilogram. Sedangkan sebelumnya harga ayam potong bersih di harga Rp 30.000 per kilogram.
Kenaikan harga ayam potong di Kota Tembilahan ini diduga karena banyaknya permintaan ayam potong jelang lebaran, namun stoknya semakin terbatas.
Kenaikan ini tidak hanya dikeluhkan para konsumen, tetapi juga dikeluhkan oleh salah seorang pedagang ayam potong bernama Riza yang berjualan di Parit 6.
“Kemarin harga ayam potong bersih masih di harga Rp 30 ribu per kg, sekarang di harga Rp 36 ribu per kg. Naiknya harga kebutuhan saat ini, termasuk ayam potong yang harganya juga ikut naik banyak dikeluhkan konsumen,†ungkapnya kepada Pesisirnews.com, Senin (25/4/2022).
Menurut Riza, kenaikan harga ayam potong mulai terjadi saat memasuki minggu ke-3 bulan puasa. Dan tingginya permintaan dibanding ketersediaan berimbas pada kenaikan harga ayam potong.
[br]
Kondisi ini menurut Riza lagi, mungkin dipengaruhi oleh kenaikan harga bibit dan pakan ayam, dan stok di distributor yang juga menipis.
"Dari disributor ayam potong pun stok-nya juga menipis, sementara mendekati lebaran permintaan ayam potong terus meningkat,†ujar pedagang ayam berparas cantik dan berpenampilan modis ini.
Salah satu konsumen bernama Rina yang ditemui saat ingin membeli ayam potong di lokasi juga mengeluhkan hal senada.
"Sekarang ini harga-harga kebutuhan sehari-hari banyak yang naik, termasuk harga ayam potong juga naik. Jadi, sebagai ibu rumah tangga kami merasakan keadaan ini cukup memberatkan. Terlebih banyak pengeluaran menjelang hari raya ini,†jelas Rina yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Tembilahan ini.
Sebagai konsumen dia berharap kebutuhan masyarakat yang meningkat selama bulan puasa dapat menjadi perhatian pemerintah dalam mengendalikan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. (PNC/Anjar)