MANILA (Pesisirnews.com) - Helikopter serang buatan Turki pertama secara resmi dikirim ke Angkatan Udara Filipina (PAF) pada hari Rabu, saat kedua negara melanjutkan pembicaraan yang dapat membuka jalan bagi kesepakatan pertahanan baru.
Dua T129 Tactical Reconnaissance and Attack Helicopters (ATAK) tiba di Filipina bulan lalu dan menjalani pemeriksaan teknis dan uji terbang.
Helikopter T129 di serahterimakan secara resmi ke PAF dalam sebuah upacara pada hari Rabu, menandai penerimaan mereka untuk layanan ke PAF.
Filipina telah memesan enam helikopter yang dirancang dan dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) pada tahun 2020, dalam kesepakatan yang dikatakan bernilai sekitar $ 280 juta. Filipina adalah negara pertama di luar negeri yang menggunakan ATAK.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Negrillo Lorenzana mengatakan kehadiran helikopter serang buatan Turki itu ke dalam alutsista Fiipina adalah "hari besar" bagi Angkatan Udara Filipina.
Dia menekankan bahwa helikopter ATAK adalah yang pertama bagi Filipina, dan mereka telah melakukan restrukturisasi armada mereka di daerah ini.
“Saya sangat senang bahwa impian Angkatan Udara Filipina telah menjadi kenyataan, tetapi kami masih memiliki jalan panjang untuk melengkapi rumah kami sepenuhnya,†katanya sembari menyatakan bahwa helikopter buatan Turki ini akan mendukung perjuangan Filipina melawan terorisme.
[br]
Sementara itu, kepala Industri Pertahanan Kepresidenan Turki (SSB) Ismail Demir mengatakan dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) kerja sama industri pertahanan antara kepresidenan dan Kementerian Pertahanan Filipina, kerja sama di bidang ini telah mencapai tingkat antarnegara.
Sebelumnya MoU ditandatangani antara kedua negara pada 2017 di Istanbul.
Demir mengatakan kedua negara sedang dalam pembicaraan tentang beberapa proyek lain, selain ATAK.
“Dalam kerangka perjanjian antar negara, kami telah membuat langkah mendasar untuk meningkatkan hubungan kami di industri pertahanan. Berbagai perusahaan kami memiliki beberapa pekerjaan yang sedang berlangsung di sini. Sebagai hasil dari karya-karya itu, diharapkan produk-produk lain dapat ikut bermain setelah ATAK,†kata Demir seperti dikutip Anadolu Agency (AA).
“Kami telah menciptakan kerangka kerja untuk mengembangkan dan memperkuat kerja sama industri pertahanan atas dasar persahabatan dan kepentingan bersama,†tambah Demir.
Dia menekankan bahwa perusahaan industri pertahanan Turki menjadi pemain global dengan sistem dan produk mereka yang telah terbukti.
[br]
Perusahaan industri pertahanan Turki sejauh ini telah mengekspor beberapa produk pertahanan ke Filipina, termasuk kendaraan lapis baja, amunisi, senjata ringan dan teropong night vision.
Penjualan helikopter T129 telah tertunda karena hambatan lisensi ekspor tetapi prosesnya mendapatkan momentum setelah Amerika Serikat memberi lampu hijau ekspor helikopter, yang ditenagai oleh mesin Amerika, pada bulan Mei.
Sedangkan CEO TAI, Temel Kotil menyampaikan tingginya minat beberapa negara terhadap helikopter T129 buatan Turki tersebut,
Pakistan pada 2018 setuju untuk membeli 30 helikopter T129, yang ditenagai oleh mesin yang dibuat oleh LHTEC, perusahaan patungan British Rolls Royce dan Honeywell, sebuah perusahaan AS.
“Kami masih menunggu izin ekspor dari AS untuk mengekspor helikopter ke Pakistan,†kata Kotil. (PNC)