NEW DELHI, Pesisirnews.com - India telah menawarkan Prancis kerjasama untuk menjadi pusat perawatan, perbaikan, dan perombakan (MRO) jet tempur Rafale.
Ini terjadi ketika bulan lalu Indonesia menandatangani kesepakatan dengan Prancis untuk membeli 42 Jet Rafale dan UEA menandatangani kesepakatan untuk membeli 80 jet tempur pada Desember 2021.
India telah menandatangani kesepakatan dengan Prancis pada 2016 untuk mendapatkan 36 jet Rafale, dan 33 telah diterima. Hal ini membuat negara-negara di kawasan tersebut memiliki jet tempur buatan Prancis tersebut.
Proposal India datang di tengah kebijakan Atmanirbhar Bharat pemerintah di mana manufaktur lokal peralatan pertahanan telah difokuskan.
[br]
Selama kunjungan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly, kedua belah pihak telah membahas pembuatan bersama mesin aero di India.
"Sebuah perusahaan besar Prancis akan memproduksi mesin di India...bekerja sama dengan sebuah perusahaan India,†ungkap Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada sebuah acara di kamar Industri, seperti dikutip dari WION, Rabu (9/3/2022).
India dan Prancis memiliki hubungan pertahanan yang kuat, dari dialog pertahanan tahunan tingkat menteri hingga latihan pertahanan reguler dari ketiga angkatan tersebut.
Angkatan Laut India juga berpartisipasi dalam latihan La Pérouse yang dipimpin Prancis, bersama dengan anggota Quad lainnya dari 5 hingga 7 April 2021.
Dan tidak hanya untuk Rafales Prancis, India juga berfokus pada Bandara Internasional Jewar-Noida untuk menjadi MRO yang besar.
Perdana Menteri India Naredra Modi telah meletakkan pondasi bandara dalam upacara akbar pada November 2021. Bandara ini disebut-sebut bakal menjadi bandara terbesar di India. (PNC)