SUNGAIAPIT, PESISIRNEWS.COM - Selain dikenal kota Seribu Qori, Kecamatan Sungai Apit juga dikenal sebagai tempat pembuatan kapal kayu tradisional. Kapal kayu buatan warga Sungai Apit sudah dijual ke Dumai, bengkalis hingga Selatpanjang.Profesi ini secara turun-temurun dilakukan masyarakat sana. Mereka tersebar di pesisir pantai dan sampai saat ini tetap berusaha menekuni profesi itu.Konsumen kapal kayu tradisional secara garis besar bisa seperti nelayan (tradisional maupun non tradisional), industry pariwisata (pasar, regional), pelayaran rakyat dan pelayaran angkutan penmupang dan barang. Semua konsumen tersebut adalah bagian dari komponen pelaku kegiatan ekonomi maritim dan ekonomi masyarakat pesisir pantai di Indonesi secara umum.Pembuatan kapal kayu tradisional bisa dilihat dari sudut pandang yang berbeda yakni sebagai indusri, pembuatan kapal kayu tradisional melihatkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian khusus, melibatkan pembuatan kapal kayu asimilasi antara metode tradisional dan non tradisional bahkan sudah dikenal regional maupun internasional.Serta sebagai tradisi dan budaya pembuatan kapal kayu tradisional juga ikut serta dalam pengembangan karakter dan kearifan lokal yang sengat lekat dengan kehidupan masyarakat, kegiatan ini juga bagian daya tarik lokal yang minat wisatawan.Salah seorang pengrajin kapal kayu, Rizal mengatakan, dengan banyaknya pesan yang dibuatkan kapal kayu sehingga ia kesulitan mendapatkan bahan karena sekarang ini tidak diperbolehkan lagi untuk menebang kayu."Dan kapal kayu yang kita buatkan adalah sebagian dari nelayan dan juga untuk kapal penupang rakyat. Adapun pesanan kapal kayu ini bahkan ada dari sini dan ada juga yang datang dari dumai, bengkalis bahkan dari selat panjang. Dengan banyaknya pesanan untuk membuat kapal kayu ini ia cukup senang karena bisa memenuhi kebutuhan dirumah," terangnya.Sementara itu dalam setahun ia bisa membuat kapal kayu ini sebanyak 10 unit dengan berbagai variasi dan ukuran. "Kita tergantung kepada bahan seperti papan, gading-gading. Sementara pembuatan kapal ini tidak perlu terlalu banyak tenaga kerja, kalau banyak tenaga kerja kita sulit untuk menatanya," jelasnya. (emin)