SUNGAIAPIT, PESISIRNEWS.COM - Naiknya harga gas elpiji 12 Kg sangat dirasakan dampaknya oleh Sub Agen di Kecamatan Sungai Apit, kabupaten siak. Salah satu Sub Agen elpiji, Buk Ros, mengatakan sejak terjadinya kenaikan gas elpiji ukuran 12 kg ini jumlah pelanggan gas elpiji ukuran 12 Kg semakin berkurang, bahkan tidak sama sekali yang mau membelinya.
"Ternyata, sebagian besar pelanggan banyak beralih ke gas elpiji ukuran 3 Kg, karena selain harganya lebih murah juga mudah didapat di Kecamatan sungai apit. Apalagi sekarang penjualan gas ukuran 3 Kg sudah menjamur ke pelosok-pelosok kampung," ucapnya saat ditemui, Jumat (8/5/2015).
Dikatakannya, ketika harga gas elpiji masih sekitar Rp120 ribu untuk ukuran 12 kg masih banyak masyarakat dan usaha rumah makan yang menginginkan gas elpiji 12 kg tersebut. Tetapi, sekarang dengan harga melambung tinggi sehingga sampai seratus tujuh puluh lima ribu rupiah gas elpiji untuk ukuran 12 kg masyarakat mengeluh apalagi usaha jual gorengan dan usaha warung rumah makan, karna tidak bisa menutupi segala kebutuhannya.
"Kalau masyarakat itu mampu mungkin bisa lah untuk membelinya, kalau masyarakat itu lemah ekonominya mungkin tidak bisa membelinya. Lain lagi dengan elpiji 3 Kg, harganya tidak menentu. Ada Rp20 ribu dan kadang-kadang Rp25 ribu. Jadi saya yang sub agen gas elpiji pun bingung," cetusnya.
Salah seorang pedagang nasi goreng, Nazaruddin mengatakan, sebelumnya ia memakai gal elpiji 12 kg. Dengan naiknya harga gas elpiji 12 Kg sangat berdampak kepada usahanya. "Makanya saya sekarang memakai gas elpiji 3 kg, kalau saya bertahan lama-lama bisa gulung tikar," sebutnya.
Ia bingung dengan sikap pemerintah yang tidak menentu menaikkan harga elpiji sesuka hati. "Kita inginkan harga elpiji stabil di daerah ini. Malah kita sebagai masyarakat dibuat bingung oleh pemerintah, bentar naik, bentar turun," kesalnya. (in/em)