DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Sejumlah pedagang tradisional mengeluhkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar yang selalu berubah-rubah tidak menentu oleh pemerintah pusat. Pada era Presiden Jokowi-Jusuf Kalla ini, terjadi 3 (tiga) kali perubahan harga BBM.Jum, salah satu pedagang sembako di Pasar Senggol mengatakan, bahwa akibat adanya kenaikan dan penurunan BBM tersebut, harga ekspedisi ataupun angkutan pendistribusian barang dagangannya semakin mahal."Memang sejauh ini kenaikan harga BBM tersebut belum terlalu berdampak pada kebutuhan pokok khususnya bahan masak-memasak, namun kenaikan tersebut sangat berpengaruh bagi kami para pedagang yang harus mendatangkan pasokan barangnya dari luar daerah seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara, tentunya kami perlu merogoh kantong lebih dalam lagi dalam hal pendistribusiannya," keluh Jum, Rabu (1/4/2015).Dikatakan Jum, bahwa saat ini kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan hanya terjadi pada beberapa bahan saja seperti Beras, Gula, dan Bawang. Sementara selebihnya, sejauh ini masih berjalan normal. "Ya tentunya saya sangat berharap agar Pemerintah Pusat dapat segera mengentikan kegalauannya, kalau memang hendak menaikkan ya naikkan saja, jangan naik turun naik turun begini. Sebab yang namanya harga tersebut sudah naik, akan sulit untuk turun lagi," harapnya.Jadi intinya, lanjut Jum, Pemerintah Pusat harus dapat mengambil putusan tegas atas harga BBM tersebut, "Ya minimal stabilkan saja, jangan naik turun terus apalagi jika sampai sesering ini," katanya.Tak hanya Jum, salah seorang pedagang daging di Pasar Senggol juga mengeluhkan hal yang sama. "Memang sejauh ini kenaikan tersebut tak memberikan dampak yang berarti bagi harga penjualan daging. Namun yang sangat saya sesali kenapa Pemerintah Pusat selalu saja menaikkan dan menurunkan harga BBM sekendaknya saja, begitu harga BBM diturunkan mereka sibuk menggembar-gemborkannya kesana kemari padahal turunnya hanya beberapa ratus rupiah, dan ketika sudah ada penaikan pihaknya hanya diam saja," sesal Rasyid.Pantauan di lapangan, sejak adanya kenaikan harga BBM memang tak terlalu memberikan dampak berarti bagi harga penjualan kebutuhan pokok, hanya saja kenaikan tersebut pastinya tetap ada. Seperti yang terjadi pada harga bawang jawa, bawang solok, beras, dan gula pasir yang memang telah mengalami kenaikan sejak beberapa waktu terakhir. (via)