MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Pasca ditetapkannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar oleh Presiden RI melalui Menteri Energi Sumber dan Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu, berdampak pada langkanya BBM jenis premium di Kabupaten Kepulauan Meranti.Hingga Selasa (31/3/2015) siang, sejumlah pengguna kendaraan mengeluhkan langkanya BBM jenis premium ini. Entah disebabkan apa, premium di Kota Selatpanjang susah dicari oleh pengendara sepeda motor baik roda dua maupun roda empat. "Mulai dari APMS hingga pengecer tak tampak satu pun bensin yang dijual," kata Mirwan, salah seorang pengendara yang menggunakan BBM jenis premium.Sekira pukul 14.00 WIB, keberadaan BBM jenis premium ini kembali normal. Akan tetapi, 2 (dua) hari lamanya kelangkaan jenis premium ini melanda Kabupaten Kepulauan Meranti membuat sejumlah pengendara motor berebut hendak mengisi premium ke kendaraannya. Dari pantauan Pesisirnews.com, Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM jenis premium di Selatpanjang yang sebelumnya dijual dengan harga Rp.8.000p/liter kini menjadi Rp.9.000/liter. Walaupun kenaikan tidak terlalu drastis, tetapi Masyarakat kabupaten Kepulauan Meranti tetap mengeluh.Menurut Dadang salah seorang warga Rintis yand sedang mengantri untuk mendapatkan BBM jenis premium di salah satu APMS di jalan Banglas mengungkapkan kekesalannya, karena terlalu lama mengantri. "Untuk mendapatkan bensin ini saja, saya harus mengantri berjam-jam lamanya," ungkapnya, Selasa (31/3/2015).Dadang juga meminta kepada pemerintah agar mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk mengatasi masalah kenaikan dan kelangkaan BBM. Sebab, apabila BBM naik secara otomatis bahan pokok juga ikut naik. "Kasihan kita dengan rakyat," ungkap dadang.Ia juga mengharapkan kepada pihak Kepolisian agar melakukan razia di tiap-tiap APMS maupun pengecer untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan minyak. (Wr)