Rizal Ramli : Jokowi Kerja Untuk Petani Thailand dan Vietnam

- Jumat, 18 Januari 2019 14:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012019/2929_Rizal-Ramli---Jokowi-Kerja-Untuk-Petani-Thailand-dan-Vietnam.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

PESISIRNEWS.COM-Rizal Ramli menyayangkan Indonesia yang jadi raja import dengan nilai fastastis mencapai 23 triliun, "Itu setara dengan 2 kali anggaran milik Departemen Pertanian. pertanyaannya adalah pemerintah itu kerja untuk siapa ? petani Thailand, petani Vietnam, petani besar garam Australia," tanya Rizal Ramli dihadapan sejumlah jurnalis di Surabaya, Rabu (16/1/2019).

Terkait kondisi buruk soal import, Rizal sudah menanyakannya kepada kedua kandidat Presiden RI, Prabowo dan Jokowi. "Kepada Pak Prabowo saya tanya. Mas kalau anda terpilih sebagai presiden, pasti nanti banyak taipan taipan dan kartel import nyebarin duit, mas mau terima atau tidak," kata Rizal menceritakan pertanyaan nya kepada Prabowo.Kepada Rizal Ramli, Prabowo menegaskan akan menolak uang itu sebab dia ingin wujudkan kedaulatan pangan," Prabowo bilang dia mau berhenti jadi tentara dan menjadi ketua HKTI untuk wujudkan kedaulatan pangan. kalau saya ambil uang itu, sama saja saya tembak kaki saya sendiri," kata Rizal tirukan jawaban Prabowo.

Namun sayang , ketika pertanyaan yang sama diajukan ke Jokowi , Jokowi tidak menjawab," ya kalau dilihat dari apa yang terjadi sekarang kalau dia (Jokowi) menang ya tetap saja. nyatanya sampai saat ini Pemerintah dengan takeline kerja kerja kerja itu, kerja untuk petani Thailand, petani Vietnam dan petani garam Australia," pungkasnya.

Rizal Ramli juga membantah gembar gembor pemerintahan Jokowi yang mengklaim suskes dibidang ekonomi. Padahal katamantan menteri bidang ekonomi di era Gus Dur ini menilai Jokowi punya banyak sekali kelemahan dibidang ekonomi selama memimpin Indonesia. "Banyak nilai merah yang diperoleh di masa pemerintahan Jokowi ini. contoh nya selama 2 tahun terakhir indikator makro perekonomian kita makin negatif," tegas Rizal Ramli

Dari catatan yang dimilikinya Rizal Ramli menunjukkan betapa Defisit Neraca perdagangan Indonesia tahun 2018 mencapai minus 8,3 miliar USD. "Ini yang terjelek sejak tahun 1975. begitu juga dengan Defisit Carrent account-nya yang sangat berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah itu juga negatif sangat jelek," ungkapnya.

Bahkan dari data yang ada dibandingkan dengan negara negara lain di Asean, Indonesia berada pada posisi defisit yang sangat dalam pada zona merah, lalu Thailand. "Sedang negara Asean lainnya malah hijau, bagus," tambahnya.

Karenanya Rizal Ramli mempertanyakan kejujuran para pejabat yang selalu menyebut faktor internasional sebagai penyebab situasi ekonomi di Indonesia yang sering terguncang. "Artinya kalau ini faktor internasional harusnya yang lain kena juga dong, tapi ini kan tidak. mereka bagus bagus saja. Artinya pejabat kita kan gak jujur, selalu kambing hitamkan internasional," sergahnya

Sumber
: Siagaindonesia

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Kapolres Inhil Pimpin Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Pada Dua Personil Polri

Ekbis

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

Ekbis

Kapolri Flag Off Riau Bhayangkara Run 2025

Ekbis

Sambangi Ponpes Ustaz Abdul Somad, Kapolri Sampaikan Pesan Bersatu dalam Keberagaman

Ekbis

Berkah Ramadhan, Keluarga Besar TNI dan Polri di Tembilahan Bagikan Takjil Gratis

Ekbis

Terkait 3 Kasus Dugaan Korupsi, Kortas Tipikor Polri Mulai Periksa Pejabat PLN Pusat