Mahasiswa Pascasarjana Unimed, Dibekali Wawasan Kebangsaan

- Senin, 03 Agustus 2015 23:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082015/pesisirnews_Mahasiswa-Pascasarjana-Unimed--Dibekali-Wawasan-Kebangsaan-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

MEDAN, PESISIRNEWS.COM - Seratusan mahasiswa baru Pasca Sarjana Program Studi Pendidikan Dasar Universitas Negeri Medan (Unimed), menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Prof Usman Pelly, MA, Ph.D, pada Sabtu, (1/8). Dalam paparan singkatnya pada sore itu, Prof Usman Pelly menegaskan pada para peserta yang mayoritas telah bertugas menjadi guru di berbagai daerah di Sumatera Utara, untuk tetap waspada dan siaga, serta tidak melewatkan semua kecurigaan tanpa usaha menyelidiki, terkait ancaman terjadinya konflik di lingkungannya.

"Dalam banyak kasus, konflik horizontal dan vertikal tidak berdiri sendiri-sendiri. Konflik pribumi dengan turunan Cina pada masa kejatuhan Soeharto, Mei 1998, sebenarnya adalah konflik vertikal, antara rakyat terhadap pemerintah. Namun, pelampiasannya berujung pada etnis Cina," kata Guru Besar Antropologi ini.

Ditambahkannya, bahwa peristiwa yang terjadi di Tolikara pun bukan tidak mungkin dilatar belakangi kegelisahan masyarakat terhadap ketimpangan pembangunan di daerah tersebut, yang kemudian dapat dibenturkan pada golongan agama dan etnis lain, dengan pemilihan momentum yang sangat tepat.

Selain Prof Usman Pelly, pada dialog publik yang diselenggarakan oleh LSM Martabat DPW Sumut, dengan tema "Bangun Karakter Budaya Damai dan Toleran Berlandaskan Pancasila", ini juga menghadirkan Dr. Deny Setiawan sebagai pembicara. Mantan Kepala Laboratorium Pancasila Unimed ini memaparkan secara gamblang penerapan Ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana mengajarkan hal ini sejak dini pada anak-anak didik di sekolahnya masing-masing.

Pada penutup, Moderator, Ketua LSM Martabat Sumut, Samuel Nababan, mengajak semua peserta untuk membangun budaya damai dan lebih toleran terhadap sesama yang berasal dari etnis dan golongan agama lain. 

"Jangan mudah terpancing pada satu situasi atau kondisi tertentu. Pelajari, teliti akar permasalahannya. Seperti yang sudah dikatakan Prof Usman Pelly, sebagai pendidik anak-anak yang akan menjadi masa depan bangsa, para guru tidak boleh ketinggalan update informasi lokal dan nasional, minimal harus membaca koran setiap harinya," pungkasnya. (*)


Tag:

Berita Terkait