MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti, Rabu (10/6) sore berhasil mengamankan 28 siswa yang ugal-ugalan saat menggelar aksi konvoi kelulusan SMP, di Jalan Dorak Selatpanjang.
Dari 28 orang tersebut, ada dua orang mengaku sekolah SMA, dan dua orang tidak bersekolah namun mengikuti konvoi. Selain itu, dua siswa yang berasal dari SMPN 3 dan SMPN 6 turut diamankan pihak kepolisian, karena kedapatan membawa bendera merah putih yang dicoret.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, menyesalkan sikap siswa yang melakukan aksi konvoi dengan ugal-ugalan dijalan raya, terutama dua orang dari mereka membawa bendera merah putih yang dicoret, bertuliskan DODIT.
"Ini sungguh memalukan, karena tidak menghargai jasa pahlawan yang telah menumpahkan darah untuk mengibarkan merah putih," ucap Pandra.
Mantan Ajudan Susanto itu menambahkan, kita sebagai bangsa yang besar, seharusnya bisa menghargai jasa pahlawan yang telah berjuang mempertahankan bendera merah putih ini.
"Namun sayangnya, hari ini para generasi muda tidak bisa menghargai jasa pahlawan, dan ini sungguh memalukan," ungkapnya.
Ia berharap, kedepannya jangan terulang peristiwa yang seperti ini lagi, dan jadikanlah ini sebagai pelajaran berharga untuk kearah yang lebih naik lagi.
Untuk diketahui, 28 siswa tersebut berasal dari SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 6, MTS Negeri, 1 orang mengaku dari SMAN 2, 1 orang mengaku dari SMAN 3, sedangkan dua orang tidak sekolah tetapi mereka mengikuti konvoi.(Adi)