Peserta UN Keluhkan Pelaksanaan CBT

- Senin, 13 April 2015 15:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir042015/pesisirnews_Peserta-UN-Keluhkan-Pelaksanaan-CBT.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama di tahun ajaran 2014-2015, Senin (13/4/2015), berlangsung dengan penuh keragaman khususnya di Kota Dumai, seperti halnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Erna Kota Dumai yang melaksanakan UN dengan sistem online atau Computer Based Test (CBT).Dalam pelaksanaannya, SMK Erna membagi pelaksanaan sistem ujian menjadi tiga (3) sesi, dimana disetiap sesinya terdiri atas 67 siswa, 68 siswa, 68 siswa. Jumlah pembagian siswa disetiap sesinya tersebut diambil berdasarkan jumlah siswa SMK Erna yang terdiri dari 199 siswa, kemudian dibagi menjadi tiga.Dikatakan Kepala Sekolah SMK Erna Kota Dumai Ponto Meres, bahwa ketiga sesi UN dengan sistem online tersebut berlangsung dari pukul 07:30 hingga 16:00. Dimana setiap sesinya siswa hanya diberi waktu 2 jam untuk dapat menyelesaikan dan menjawab soal-soal UN tersebut."Sesi pertama yang diikuti oleh sebanyak 67 siswa akan berlangsung sejak pukul 07:30 hingga 09:30, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang diikuti sebanyak 68 siswa yang dimulai pada pukul 10:30 hingga 12:30, kemudian diakhiri dengan sesi ketiga yang dimulai pada pukul 14:00 hingga 16:00 dengan jumlah siswa sebanyak 68 siswa," kata Ponto, Senin (13/4/2015).Sementara terkait lama pelaksanaan, dikatakan Ponto, SMK Erna memiliki sedikit perbedaan dibandingkan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Madrasah Aliyah (MA) lainnya, dimana pelaksaan UN bagi siswa SMK akan berlangsung lebih lama 1 hari dibandingkan SMA/MA lainnya."Sebab dihari keempat tersebut, para siswa SMK akan melaksanakan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) teori, dan tentunya pelaksanaannya akan tetap menggunakan sistem online," paparnya.Ketika ditanyai terkait persiapan SMK Erna dalam melaksanakan UN dengan sisiem online, Ponto mengaku bahwa SMK Erna sudah sangat siap, dan hal tersebut telah terbukti setelah suksesnya dilaksanakan UN hari pertama oleh SMK Erna Kota Dumai."Kita sendiri sudah sangat siap 100%, sehingga pada pelaksaannya kami tidak ada mendapati kendala yang berarti, baik dari segi aliran arus listrik yang memang kita juga telah menyiapkan sebuah genset guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, koneksi dengan pusat, maupun dari anak-anak didik sendiri yang terlihat dapat melaksanakan UN dengan lancar dan baik," jelasnya.Selama pelaksanaan UN berlangsung, kata Ponto, pengawas UN yang berasal dari berbagai SMA sederajat se-Kota Dumai ataupun pengawas silang tak perlu lagi bekerja atau mengawasi siswa dengan begitu ketatnya seperti dahulu. Sebab menurutnya, jika memang UN sudah dilaksanakan dengan sistem online, sudah jelas sistem dan soal yang dikerjakan oleh masing-masing siswanya berbeda-beda dan waktu pelaksanaannya juga sangat terbatas."Sehingga dapat diyakini bahwa tingkat kejujurannya telah mencapai 100%, sebab diantara siswanya sudah tidak bisa lagi bekerjasama dan menyontek, apalagi ujian dilaksanakan dengan ruang terbuka dan ketika masuk ruangan siswa tidak dibenarkan membawa apa-apa seperti tas, handphone dan sebagainya," ungkapnya.Sementara bagi siswa pelaksana UN dengan sistem online tersebut Sari Marinto, mengaku bahwa memang dirinya sangat setuju dengan diadakannya UN dengan sistem online."Sebab dapat dipastikan bahwa nilai hasil akhirnya merupakan nilai murni, dan selama pelaksanaan UN, kami para siswa tidak ada yang dapat menyontek dan tanya menanya antar sesama selain karena soalnya yang berbeda, hal tersebut juga mengingat keterbatasannya waktu," kata siswa jurusan Adm Perkantoran tersebut.Pada saat UN CBT ini dilaksanakan, Sari mengeluhkan jaringan yang terkadang lelet, lalu token yang apabila lebih dari 5 menitnya akan terus berganti."Serta guru pengawas yang biasanya saat ujian manual selalu mengingatkan batas waktu ujian akan berakhir sekarang sudah tidak ada lagi, sebab jika UN dengan sistem online waktu pengerjaannya memang murni 2 jam terhitung sejak memasukkan nomor token, dan bila waktu telah habis maka soal-soal tersebut akan langsung hilang dengan sendirinya," tutupnya. (via)

Berita Terkait

Berita

Bujang Dara Inhil Dinobatkan Bupati Berharap Promosikan Pariwisata dan Kebufayaan Inhil

Berita

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Gelar Final Lomba Lacak Kamtibmas

Berita

Soroti Video Viral Anak di Inhil, Ketua PW-IWO Riau Ingatkan Pentingnya Perlindungan Identitas Anak

Berita

Ketua BKMT Inhil Hadiri Syukuran Jamaah Haji, Suasana Penuh Kebersamaan

Berita

Pemkab Inhil dan BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026

Berita

Milad ke-18 UNISI, Momentum Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pembangunan Daerah