Disnakanla Dumai Ciptakan 50 Dokter Kecil

- Selasa, 07 April 2015 17:32 WIB
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Selain melaksanakan kegiatan vaksinasi gratis, untuk mencegah penyakit rabies di Kota Dumai, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai juga telah menciptakan 50 dokter kecil."50 dokter kecil ini melibatkan anak didik kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) 025 Kelurahan Teluk Binjai," kata Kepala Disnakkanla H.Syafrizal, Selasa (7/4).Dikatakan Syafrizal, nantinya para dokter kecil tersebut akan diberikan dan dibekali berbagai ilmu pengetahuan tentang penyakit rabies, cara penularannya, mengenalkan jenis hewan penular rabies serta bahaya rabies dari tim dokter hewan Disnakanla Kota Dumai."Setelah menerima ilmu pengetahuan tersebut, barulah nantinya para dokter kecil tersebut akan kita libatkan dalam sosialisasi bahaya rabies kepada masyarakat Kota Dumai yang akan dimulai dari orang tua, teman, tetangga dan orang lain disekitarnya. Semoga upaya ini dapat menjadikan Dumai bebas rabies," katanya.Menurutnya, kasus rabies di Kota Dumai tergolong sangatlah kecil, bahkan setiap tahun angkanya cendrung menurun."Hampir disetiap tahunnya Kota Dumai hanya ditemui 3-5 kasus, bahkan dapat kurang. Meski demikian, upaya pencegahan penyebaran virus rabies yang ditularkan oleh Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing,kucing, dan kera akan terus digiatkan dengan salah satu caranya adalah membentuk dokter kecil," terangnya.Selain itu, lanjut Syafrizal, Disnakanla juga akan memberikan pelatihan secara khusus kepada sejumlah tenaga medis yang ada di Disnakkanla Kota Dumai, pelatihan tersebut diberikan untuk menyamakan persepsi tenaga medis dalam upaya menjadikan Kota Dumai bebas rabies."Bahkan, program vaksinasi gratis juga masih terus dilakukan bagi warga pemilik HPR. Warga didatangi langsung oleh petugas untuk mengikuti vaksinasi gratis di samping adanya upaya preventif," ungkapnya.Terakhir, Syafrizal mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera agar diikat sehingga tidak berkeliaran dijalan-jalan. "Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran virus rabies yang biasanya ditularkan oleh HPR," tutupnya.Meskipun di Kota Dumai angka penularan rabies sangatlah kecil, namun persoalan penularan rabies melalui HPR bukanlah persoalan yang dapat dianggap remeh. Untuk itu, Disnakanla Kota Dumai tak henti-hentinya menggencarkan sosialisasi dan pemahan terkait penyakit rabies, cara penularannya, mengenalkan jenis hewan penular rabies serta bahaya rabies kepada masyarakat Kota Dumai khususnya bagi pemelihara HPR. (via)

Berita Terkait

Berita

Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla

Berita

Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Pilih Bermalam Demi Pastikan Karhutla Benar-Benar Padam

Berita

Pisah Sambut Kajari Inhil, Plh. Bupati Yuliantini Dorong Sinergi Untuk Daerah Kondusif

Berita

malam puncak sistem informasi award ke-8 tahun 2026, pemkab inhil apresiasi prestasi mahasiswa dan dosen

Berita

Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan

Berita

Berangkat Jualan Cempedak, Pompong Berisi Tiga Pria Dikabarkan Hilang Kontak