Makassar-- Menanggapi munculnya wacana penghapusan mata pelajaran agama di Indonesia, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti ), Prof Muh Nasir, mengimbau kepada seluruh rektor di seluruh Indonesia untuk mengeyampingkan pendidikan agama di mata kuliah.
Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela kegiatan deklarasi anti radikalisme PTN-KTI di baruga Prof Amiruddin Universitas Hasanuddin Kota Makassar, Jumat (16/6/2017).
Prof Muh Nasir mengatakan bahwa para mahasiswa wajib terlebih dahulu menimba ilmu pengetahuan sains dan teknologi dibandingkan ilmu pengetahuan agama.
" Di semester awal, saya imbau kepada seluruh rektor se-Indonesia untuk mengenalkan terlebih dahulu pengetahuan sains dan teknologi. Sementara mata kuliah pendidikan agama diberikan di semester-semster akhir saja, karena itu tidak terlalu penting,"ujarnya.
Selain dihadiri Menristek Dikti , deklarasi anti radikalisme PTN-KTI dihadiri juga Wakapolri, Komjen Syafruddin.(sumber.harianamanah.com)