SELATPANJANG - DisperindagKopUKM Kepulauan Meranti kembali turun melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kebutuhan pokok hingga menjelang bulan puasa. Ada sebanyak 6 distributor yang menjadi sasaran sidak.Tim mulai bergerak dari gudang beras milik Engseng di Jalan Diponegoro, Gang Media, Selatpanjang Kota, Kepulauan Meranti. Kemudian menelusuri di beberapa gudang, hingga berakhir di gudang milik Darwin di Jalan Terubuk, Selatpanjang Barat.Hasil sidak, 6 distributor tidak mengeluhkan kurangnya stok beras yang ada. Menurut karyawan dibeberapa gudang itu, mengaku ketersediaan beras masih stabil dan aman.Begitu juga barang kebutuhan pokok lainnya seperti gula, telur, tepung, minyak makan curah tidak mengalami kendala soal persediaan. Hanya saja, ada beberapa gudang yang stok persediaannya sudah menipis, namun dipastikan stok akan kembali masuk."Kalau disini tidak putus, kita tetap terus mendistribusi stok barang yang ada. Untuk beras dan gula masuk dari jawa, sedangkan minyak makan dari Pekanbaru," ujar salah seorang karyawan di gudang milik Akiong, di Jalan Diponegoro saat sidak oleh tim dari DisperindagKopUKM, Selasa (9/5/17).Saat dilapangan, Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri dan Pendaftaran Perusahaan dari DiperindagKopUKM, Hariadi kepada wartawan mengatakan, untuk sementara menjelang bulan puasa ketersediaan kebutuhan pokok, umumnya beras dan gula masih aman.Stok dari 6 distributor yang ditinjau tim, tidak ada ditemukan kendala dalam distribusi. Bahkan tidak menutup kemungkinan stok akan terus bertambah dari masing-masing gudang. Umumnya beras di Meranti masuk dari Jakarta."Kesediaan cukuplah, kata yang bersangkutan (pemilik gudang, red) akan masuk lagi. Beras dan gula nampaknya cukup, tidak terkendala," kata Hariadi memastikan hingga hari raya idul fitri akan masuk stok baru.Sementara terkait harga, diakuinya masih stabil diharga normal. Kalau beras sekitar Rp 12 ribu dan Rp 11 ribu. Hanya selisih seribu rupiah."Beras Rp 12 ribu, itu standar dan ada yang Rp 11 ribu. Harga tersebut terjangkau oleh masyarakat," kata Hariadi.Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri dan Pendaftaran Perusahaan itu juga mengungkapkan, akan terus melakukan monitoring ke seluruh pendistributor kebutuhan pokok di Meranti. Seminggu sekali tim akan turun ke lapangan."Kalau ada terindikasi penimbunan kita akan lakukan peringatan. Kita ingin semua kebutuhan masyarakat menjadi mudah dan tidak terjadi apa-apa," katanya.Lebih jauh, ia juga akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Terutama kepada Bupati untuk memaparkan data sementara yang ada di lapangan."Kita akan duduk juga bersama Bupati membahas ini. Serta akan menindaklanjuti harga dan stok kebutuhan yang lainnya," tutupnya. (mad)