Seorang Warga di Baganbatu Rohil Menderita Tumor Otak, Perlu Bantuan

- Sabtu, 18 Maret 2017 06:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir032017/pesisirnews_Seorang-Warga-di-Baganbatu-Rohil-Menderita-Tumor-Otak--Perlu-Bantuan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Samsul
BAGANBATU - Postingan di media sosial Facebook tentang seorang pria bernama Amat Rujak (34) mengidap Tumor Otak dalam keadaan memprihatinkan, keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Rokan Hilir (Rohil) langsung menuju ke rumah yang bersangkutan di Dusun Sejahtera, Kepenghuluan Bagan Batu, kecamatan Bagan Sinembah, Kamis malam (16/3/2017).Ketua IDI Rohil dr Suratmin langsung menuju ke Baganbatu dan sekira pukul 22.00 wib sampai di lokasi rumah korban. "Intinya, IDI Rohil berkoordinasi dengan Puskesmas Baganbatu," kata Suratmin.Yang menjadi kendala, awalnya pihak keluarga sepertinya enggan Amat dirawat ke Puskesmas maupun ke RSUD Pratomo Bagan Siapiapi. Tentu saja hal itu membuat pihak dokter menjadi bingung. Bahkan BPJS-nya tidak aktif pun menjadi alasan.Namun demikian, dr Suratmin juga memberikan bantuan dana untuk membayar BPJS Amat yang sudah menunggak. "Kalau dibiarkan begini terus, kasihan bapaknya bu," kata Suratmin kepada istrinya Amat, Sri (43).Untuk itu, ia terus berupaya membujuk istri Amat dan keluarganya agar Amat segera dirawat. "Kalau sudah di Rumah Sakit, nanti ibu rembuk dulu dengan keluarga, setuju atau tidak untuk dioperasi, yang penting bapak dirawat," ujar Suratmin lagi.Menurut Suratmin, jika pihak keluarga enggan Amat dirawat di Rumah Sakit, pandangan orang lain terhadap pihak medis terlebih kepada dokter dibawah IDI Rohil akan negatif. "Padahal yang enggan dirawat itu pihak keluarga," kata Suratmin yang baru-baru ini terpilih sebagai ketua ICMI Rohil.Istri Amat, Sri (43) di hadapan para dokter beralasan bahwa pihak keluarga dari suaminya, sebenarnya tidak ingin saudara Amat dioperasi. Alasannya, kata Sri, pihak keluarga dari suaminya untuk dibawa ke pengobatan alternatif saja. "Karena menurut keluarga suami saya, sakit suami saya bukan medis. Kami takutnya nanti disalahkan," jelas Sri kepada dokter.Sri sendiri menuturkan, awal mulanya Amat mengidap Tumor Otak sekitar pertengahan bulan September tahun 2016 lalu. Merasa sakit suaminya bukan sakit biasa, pada bulan November Amat dibawa ke RSUD Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu dan dinyatakan positif Tumor Otak.Selain karena ketiadaan biaya, pihak keluarga dari suaminya yang enggan Amat dioperasi hingga akhirnya Sri hanya merawat sendiri di rumahnya. Namun, pada malam itu juga, pihak keluarga bersedia agar Amat dibawa ke RSUD Pratomo untuk mendapatkan perawatan medis yang dinisiasi ketua IDI Rohil, dr Suratmin.


Tag:

Berita Terkait

Daerah

6 Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

Daerah

Bisakah Orang Bukan Perokok Terkena Kanker Paru-paru? Ini Kata Peneliti

Daerah

Ilmuwan Israel Temukan Pengobatan untuk Penderita Kanker Kepala dan Leher

Daerah

Bupati Inhil Serahkan Bantuan Uang Rp 12 juta dan Rehab Rumah kepada Penderita Tumor di Sekujur Tubuh

Daerah

Saran Dokter Untuk Pasien Kanker Paru Di Tengah Pandemi Covid 19

Daerah

Nadin Ilona Grimonia, Gadis Remaja dari Kuansing Butuh Bantuan Biaya Pengobatan Tumor Otak