PEKANBARU - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim menilai anggaran persiapan untuk mengikuti Raimuna Nasional XI Pramuka Indonesia Tahun 2017 di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur terlalu besar. Karena anggaran Pemda yang saat ini minim tidak cukup untuk fokus membiayai keseluruhan administrasi.
Hal itu diungkapkan Wabup usai mengikuti Rakor Persiapan Raimuna Nasional yang dilaksanakan di gedung Kwarda Gerakan Pramuka 04 Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (3/2/17) lalu.
Dalam pembahasan, hasil rincian panitia terkait biaya pemberangkatan per orang mencapai Rp 5 juta. Sementara direncanakan masing-masing Kwarcab akan memberangkatkan 24 orang perwakilan dengan kriteria Pramuka Garuda Penegak dan Pandega (tingkat SMU), termasuk Kwarcab Kepulauan Meranti.
Biaya itu meliputi camfee peserta, jaket, baju seragam, tas beserta perlengkapannya, matras, transportasi, konsumsi dan biaya lainnya.
"Kita nilai biaya itu cukup besar, ini harus dibicarakan lagi, kalau bisa Kwarcab juga dapat subsidi dari Kwarda," kata Said Hasyim.
Menurutnya biaya Rp 5 juta per orang cukup besar, apalagi harus memberangkatkan hingga 24 orang sekaligus. Hal ini memang layak dipertimbangkan berhubung semakin kecilnya anggaran APBD Kabupaten/Kota akibat dampak dari rasionalisasi anggaran.
"Kalau 5 juta saya kira cukup besar, idealnya 2 jutaan lah. Tapi ini belum final nanti masih ada pertemuan (Kwarda) lagi," ungkap Said Hasyim, yang juga sebagai Kepala Kwarcab Kepulauan Meranti.
Tak hanya Kwartir Cabang Pramuka Kepulauan Meranti yang siap mengikuti iven itu, begitu juga perwakilan Kwarcab daerah/kabupaten lainnya menilai hal yang sama. Mereka berharap biaya tersebut dapat di efisienkan lagi, karena menyangkut anggaran Pemda yang jumlahnya terbatas.
Dapat disampaikan pula, rakor persiapan mengikuti Raimunas XI tahun 2017 di Jakarta langsung dipimpin oleh Kepala Kwarda Provinsi Riau, HM Azali Johan. Dihadiri Kepala Harian OK Nizami Jamil, Wakil Kepala Organisasi, Kasiarudin dan sejumlah perwakilan Kwarcab di 12 Kabupaten Kota Se-Riau. (mad)