SELATPANJANG - Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menerima Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebesar lebih kurang Rp 197 milyar. Namun, angka pasti Bankeu untuk tahun 2017 mendatang masih mengambang atau belum jelas.
Pemda berharap jumlah Bankeu yang masih berada diangka tersebut yang diterima minimal bisa bertahan atau lebih besar. Jika terwujud, APBD Kepulauan Meranti 2017 bisa mencapai target dari prediksi Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi sebesar Rp 1,3 triliun.
"Kita masih menghitung dan memastikan berapa Bankeu yang akan diberikan kepada kita tahun depan. Mudah-mudahan bisa lebih besar," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Meranti, Mohammad Aza Fahroni, beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan, saat ini tanpa Bankeu APBD 2017 sekitar Rp 1,1 triliun.
Dengan begitu, mantan pejabat Kepri itu optimis nantinya APBD tahun 2017 bisa disahkan pada tahun ini (2016, red). Agar pelaksanaannya bisa dilakukan lebih cepat. "Sehingga pelaksanaan program dalam APBD 2017 tersebut bisa secepatnya," sebut Aza.
Sementara anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 saat ini sudah mulai dibahas oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Walaupun sudah dibahas, namun Bankeu dari Pemprov Riau belum jelas.
Seperti yang diakui Ketua DPRD, Fauzi Hasan SE yang dikonfirmasi pekan lalu. Ia mengatakan, sudah menerima usulan APBD tahun 2017.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Meranti juga langsung menindaklanjutinya dengan melakukan pembahasan bersama dan sudah memasukkan pengajuannya. Kita sedang bahas," aku Fauzi.
Sejalan dengan Pemkab Meranti, politisi Partai PAN itu juga menginginkan agar pengesahan APBD 2017 bisa dilakukan sebelum tahun depan (2017). "Kenapa harus berlama-lama. Kita maunya secepatnya pengesahan APBD 2017 bisa dilakukan," harapnya. (mad)