Bupati Kepulauan Meranti Ikuti Workshop Pengembangan Komoditi Sagu

BRG RI Tetapkan Meranti Jadi Pusat Pembelajaran Sagu Nasional 

- Selasa, 15 November 2016 19:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112016/pesisirnews_BRG-RI-Tetapkan-Meranti-Jadi-Pusat-Pembelajaran-Sagu-Nasional-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
foto : Istimewa
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Irwan, MSi mengikuti workshop pengembangan budidaya Rumbia sebagai penghasil komoditi Sagu pada lahan gambut yang ditaja oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) RI di Hotel Pangeran Pekanbaru.

PEKANBARU - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Irwan, MSi mengikuti workshop pengembangan budidaya Rumbia sebagai penghasil komoditi Sagu pada lahan gambut yang ditaja oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) RI di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (15/11). Dalam acara itu, seperti dikatakan Deputi IV BRG RI Bidang Penelitan dan Pengambangan, Dr Haris Gunawan, menyepakati Kepulauan Meranti menjadi Pusat Pembelajaran Sagu Nasional.

Hadir dalam kegiatan itu para peneliti dan Ilmuwan Sagu seperti Prof Bintoro, Prof Dedy Suyerman, Prof Bambang Haryanto, Prof M Yasid, Kepala BLH Provinsi Riau Dra Yulwiliarti, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepulauan Meranti Ir M Murod MM, para Camat dan Kades se-Kabupaten Meranti, serta para peserta dari Provinsi Jambi, Kalimantan, Papua dan Riau.

Dijelaskan Deputy IV BRG RI, saat ini Pemerintah Pusat berharap lahir sebuah terobosan baru dalam upaya pengembangan Sagu Nasional. Pengembangan sagu dilahan gambut selain memiliki nilai ekonomi tinggi, juga sangat penting dalam menjaga ekosistem gambut tetap lembab dan basah, sebagai upaya untuk mengantisipasi karlahut yang rutin terjadi setiap tahun di Indonesia, khususnya dilahan gambut.

"Kita ingin memanfaatkan komoditi ini untuk mengantisipasi Kabut Asap, dan BRG telah menyepakati sagu atau rumbia sangat cocok untuk ekosistem gambut yang mudah terbakar dan dibakar," ujarnya.

Untuk mengintensifkan upaya pengambangan sagu, BRG telah menetapkan sebuah lokasi untuk dijadikan pusat pembelajaran sagu nasional, dan daerah yang dinilai paling sesuai adalah Kabupaten Kepulauan Meranti, tepatnya di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

"Kita telah menyepakati Meranti menjadi Laboratorium Internasional Restorasi Gambut yang akan digunakan sebagai pusat pembelajaran Sagu Nasional. Disana akan kita laksanakan berbagai kegiatan konkrit (turun lapangan) untuk belajar bagaimana mengembangkan Sagu ini," terang Haris.

Selain Kabupaten Kepulauan Meranti, Haris mengatakan,  beberapa daerah juga masuk dalam prioritas penelitian tanaman Sagu. Diantaranya di Provinsi Sumatera Selatan, di daerah Musi dan Banyuasin serta di Kabupaten Ogan Komerin Hilir.

Sementara Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi didampingi Kadis Kehutanan Ir M Murod MM menegaskan, Meranti mendukung pengembangan Sagu yang digesa oleh BRG RI, karena sagu adaptif dengan lingkungan yang ada dan sudah menjadi kearifan lokal bagi masyarakat. Selain itu, dia meyakini sagu mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat petani Sagu di Meranti. 

"Dalam pengembangan sagu ini perlu didorong kearah Hilirisasi, Pemerintah Pusat dalam hal ini BRG RI kami harapkan untuk lebih fokus bagaimana menjadikan gambut di wilayah Meranti tetap basah agar menjadi ekosistem yang baik bagi Sagu," ujar Bupati.

Terkait hal itu pula, sambung Bupati, pengembangan industri hilir juga perlu dukungan teknologi dari BPPT untuk menghasilkan kualitas produk beras sagu dan gula cair yang baik. Serta berharap mendapat dukungan teknologi pengolahan limbah dari Pemerintah Pusat.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan integrasi pengelolaan antara sagu, ternak, dan komoditas pertanian (tumpang sari) dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Semoga faslitas ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten termuda Riau tersebut.

Masalah akan diberlakukannya moratorium gambut oleh Pemerintah Pusat turut menjadi perhatian Bupati. Pasalnya, Bupati mengakui tidak sependapat karena dapat menghambat pengembangan tanaman sagu yang kini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Pemda. 

"Kita ingin moratorium Sagu ini tidak dilakukan, akibat dari Moratorium Gambut tentunya akan menghambat pengambangan Sagu," terang Bupati.

Sementara menyangkut ditetapkannya Meranti sebagai Pusat Pembelajaran Sagu Nasional, Bupati juga menyambut baik dan akan mengupayakan penyiapan berbagai hal yang mendukung untuk pelaksanaan itu. (hms/mad)

Berita Terkait

Daerah

H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan

Daerah

PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan

Daerah

Bupati Inhil Lepas Ratusan Mahasiswa KKN UNISI, Tekankan Peran Strategis Dukung Penataan Pertanahan

Daerah

Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil

Daerah

Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 H

Daerah

Defisit APBD Riau Mencuat, Projo Riau Desak SF Harianto Jangan Kambing Hitamkan MBG