SELATPANJANG - Bulan Oktober adalah bulan bahasa, wadah tempat mengembangkan bakat terutama dibidang sastra, khususnya bahasa indonesia. Di bulan ini, SMKN 1 Selatpanjang menggelar panggung apresiasi dengan berbagai kreatifitas, Kamis (27/10/16).
Kegiatan yang dilaksanakan antara lain, pidato bahasa dengan tema "Bahasa menunjukkan karakter bangsa". Selain itu, berbalas pantun, baca puisi, membaca gurindam, mengarang cerpen, drama serta vokal grup oleh seluruh siswa berbagai jurusan dengan menggunakan pakaian daerah sesuai dengan lagu yang dibawakan.
Untuk memeriahkan bulan bahasa, selain menggelar berbagai lomba, sekolah kejuruan itu juga menggelar bazar dengan menampilkan berbagai makanan dan hasil kreatifitas dan kerajinan tangan siswa dari berbagai program keahlian.
Kegiatan yang dimulai pukul 8.00 hingga 14.00 WIB yang dipusatkan di halaman SMKN 1 Selatpanjang. Panggung sederhana dengan kain lukisan sebagai latarnya, membuat anak-anak semakin bersemangat. Begitu juga dengan guru dan juga kepala sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Dra Rosidah SPd memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap kegiatan ini. Kedepannya, Ia berharap kegiatan tersebut lebih ditingkatkan dalam bentuk perlombaan-perlombaan bahasa dan sastra lainnya.
"Kegiatan ini akan kita jadikan kegiatan tahunan sekolah, sehingga dapat menjadi wadah unjuk kebolehan dalam seni sastra dan keterampilan berbahasa Indonesia. Kegiatan ini sengaja kita buat dengan konsep panggung alam diluar ruangan,karena kita menerapkan sistem literasi berseri," kata Rosidah.
Rosidah menambahkan bahwa kegiatan ini tujuan utamanya adalah untuk melestarikan bahasa indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.Tujuannya, untuk menambah rasa cinta generasi agar lebih memelihara Bahasa Indonesia, sehingga kita dapat berkomunikasi dengan baik.
"Lewat kesusasteraan dan kesenian, diharapkan Bahasa Indonesia dapat terjaga dan dilestarikan dengan baik. Untuk bazar ini sudah dipersiapkan satu bulan sebelum acara ini digelar," katanya pula.
Sekedar informasi, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa karena pada 28 Oktober 1928 para pendahulu bangsa kita mencetuskan Sumpah Pemuda dengan bahasa, bahasa Indonesia, sebagai butir ketiganya. Belakangan, bulan Oktober tidak disebut sebagai bulan bahasa saja, tapi bulan bahasa dan sastra. Ini seharusnya dilakukan sejak lama. Sebab meskipun bahan dasar sastra merupakan bahasa, kompleksitasnya kadang melampaui bahasa. (mad)