PEKANBARU, Pesisirnews.com - Demi memperbaiki sistem pengelolaan aset yang ada di lingkungan Provinsi Riau, khususnya lingkungan Setwan DPRD Riau, komisi C DPRD Riau bersama dengan sekretariat dewan melakukan observasi studi banding (stuban) ke DPRD Provinsi Jawa Timur, Selasa (26/7/2016).Ketua Komisi C DPRD Riau Aherson mengatakan, alasan mereka melakukan observasi ke DPRD Surabaya tersebut dikarenakan di DPRD tersebut pengelolaan asetnya dilakukan mengunankan sistem IT."Kalau kita di sinikan masih menggunakan sistem manual dalam mendata, dan pengelolaan datanya masih berada di setiap instansi, seharusnya ini dapat dirubah," terang Aherson kepada pesisirnews.com.Politisi Demokrat ini menambahkan, terkait ditemukannya 24 kendaraan dinas milik pemprov Riau yang saat ini belum memiliki nilai dikarenakan surat menyuratnya hilang, politisi Demokrat Riau ini menilai kurang baiknya penataan dan pengelolaan aset yang dilakukan oleh pihak terkait.Untuk itu, pihaknya berencana akan menggandeng pihak ketiga, dalam hal ini mengikutsertakan universitas dalam mendata jumlah keseluruhan aset yang ada di Riau saat ini."Kalau diserahkan semuanya ke pemerintah Riau, kita sama tahu saja lah bagaimana hasilnya. Makanya kita ingin menggunakan pihak ketiga untuk menciptakan teknologi entry data. Sehingga kedepannya tidak lagi menggunakan cara manual seperti saat ini," pungkas Aherson. (rud)