PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Komisi E DPRD Riau masih akan mengkaji terlebih dahulu permintaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau yang membutuhkan anggaran untuk merealisasikan tiga program prioritas dari mereka tersebut.Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi E DPRD Riau Masnur. Masnur mengatakan, pihaknya tidak akan terburu-buru dalam menyetujui anggaran untuk program Dinas Pariwisata tersebut. Termasuk jika diajukan dalam RAPBD Perubahan 2016 yang tidak lama lagi akan dibahas DPRD Riau.Seperti diketahui, 3 program prioritas yang akan dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau antara lain, promosi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia atau SDM di sektor pariwisata dan pembinaan."Saya tidak mau dalam anggaran perubahan ini nantinya menimbulkan konflik baru, karena hampir setiap tahun anggarran gubernur yang selalu disalahkan karena serapan anggarannya minim, padahal SKPD-nya sendiri yang tidak menjalankan programnya. Ini akan kita pelajari dulu," ujar Masnur, Kamis (2/6/2016).Sementara itu, Anggota Komisi E lainnya Ade Hartati mengungkapkan, Bappeda Riau mesti menjadikan anggaran pariwisata ini sebagai pilihan utama yang harus dianggarkan, karna pengembangan Pariwisata di Riau ini masuk dalam Visi Misi Riau 2020 mendatang."Dengan tagline Riau The Homeland of Melayu, urusan pengembangan pariwisata di Riau ini harus menjadi perioritas anggaran kita, baik sarana penunjangnya maupun program pariwisata itu sendiri," ungkapnya.Untuk itu, Politisi PAN Riau ini berharap kepada pemerintah Provinsi Riau kedepannya punya ikon yang bernilai jual. "Agar tidak kalah saing dengan provinsi lainnya," pungkas Ade. (dir)