PESISIRNEWS.COM, BINJAI - Salah satu Gardu Induk (GI) Tol Listrik Sumut yang melintasi daerah Sumatera Utara terletak di Kota Binjai. Hal itu membuat peran Pemko sangat penting dalam menyukseskan jalannya realisasi 'Sumut Terang' oleh PT PLN (Persero) UIP II Sumut.
Walikota Binjai, Drs Idaham SH MSi pada roadshow PLN terakhir di GI Binjai, Rabu (1/6/2016) mengatakan pembangunan Tol Listrik sesuai dengan visi dan misinya mewujudkan Binjai Smart City.
Diakatakan oleh Idaham, konsep Smart City dapat terwujud apabila suplai listrik di kota itu tercukupi dalam memenuhi kebutuhan industri, rumah tangga dan fasilitas publik.
"Bicara Smart City kan kita butuh listrik, agar percepatan pembangunan bisa terealisasi matang sesuai perencanaan, itu semua memiliki hubungan yang saling menentukan," tuturnya.
Oleh Idaham, Berhasilnya Kota Binjai dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sedang berjalan juga ditentukan oleh suplai listrik.
Rencana Pemko Binjai segera mengoperasikan kembali jalur kereta api Binjai - Besitang awal 2017 mendatang ditengarai oleh Idaham membutuhkan suplai listrik yang cukup besar.
"Kota Binjai ini butuh energi listrik untuk pembangunan dan pertumbuhan eknominya, jadi tidak ada alasan kita tidak mendukung program Tol Listrik ini," kata Walikota Binjai yang menjabat dua periode ini.
Terkait masalah yang berhubungan dengan pembangunan Tol Listrik, Idaham akan mengundang seluruh stakeholder baik dari PT PLN, FKPD, dan masyarakat untuk duduk bersama, memetakan letak sebab musababnya dan mencari solusi bersama.
"Baiknya kita kan duduk bersama, mencari dimana letak masalahnya agar tidak bias, kita cari solusinya baik-baik. Masyarakat butuh listrik pasti semua mendukung," tuturnya.
Saat ini GI Binjai sudah beroperasi sejak pertengahan 2014 lalu, dan mengevakuasi listrik dari PLTU Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Secara keseluruhan GI Binjai akan interkoneksi dengan gardu lainnya pada Desember 2016. (Red)